Dari Putus Asa ke Fajar: Supercycle Kripto Akan Segera Tiba
Empat tahun terakhir terasa seperti maraton melalui padang pasir bagi banyak investor kripto. Seperti yang disoroti oleh Yi Lihua, pendiri Liquid Capital, periode ini memang menantang. Sejak puncak Bitcoin di 2021, pasar cenderung stagnan, bahkan aset utama seperti ETH kesulitan merebut kembali kemuliaan masa lalu. Mudah untuk merasa era ini telah terbuang sia-sia.
Tetapi mari kita lihat secara lebih luas. Yi Lihua membuat pengamatan penting: tiga pasar kripto terbesar—Tiongkok, Amerika Serikat, dan Korea Selatan—semuanya sedang dalam tren bull pasar saham tradisional. Modal telah mengalir ke saham dan aset nyata seperti emas dan bahan tanah langka, didorong oleh siklus makro dan, jujur saja, karena adopsi dunia nyata blockchain tertinggal dari hype-nya.
Namun sejarah mengajarkan kita bahwa pasar bull lahir dari putus asa. Benih dari rally mega berikutnya sedang ditanam sekarang, dan sinyal-sinyalnya mulai sejalan:
✅ Pergeseran Makro: Siklus kenaikan suku bunga mulai bergeser ke pemotongan suku bunga. Likuiditas siap kembali.
✅ Klarifikasi Kebijakan: Regulasi yang ramah kripto secara bertahap terbentuk di seluruh dunia, mengurangi ketidakpastian.
✅ Globalisasi Stablecoin & Keuangan On-Chain: Infrastruktur aset dunia nyata (RWA) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) semakin matang, membuka jalan bagi adopsi institusional.
Seperti juga ditekankan oleh CZ, supercycle kripto sedang datang. Mengapa? Karena raksasa industri—dari bursa seperti Binance hingga penerbit stablecoin seperti Tether, serta proyek-proyek inovatif di seluruh ekosistem—tidak hanya bertahan; mereka secara strategis mengakumulasi dan membangun.
Pelajaran? Sementara orang lain tetap takut, orang bijak sedang bersiap. Pasar bull mungkin datang perlahan, tetapi ketika tiba, dampaknya bisa mengubah wajah seluruh lanskap.
Bersiaplah. Fajar telah tiba.
DYOR Tidak ada nasihat keuangan!
#Crypto #Bitcoin #Blockchain #BullMarket #Supercycle $BTC $ETH