Dapatkan analisis teknikal mendalam, berita pasar terkini, dan tips crypto setiap hari. Bergabunglah dengan komunitas trading yang solid & raih profit maksimal
**Ngeri-Ngeri Sedap akan Kuantum, Bank Investasi AS Cabut dari Bitcoin**
Kepala Strategi Ekuitas Global di bank investasi Jefferies Christopher Wood menghapus seluruh alokasi Bitcoin ($BTC ) sebesar 10% dari portofolio modelnya karena kekhawatiran terhadap perkembangan komputasi kuantum.
Dalam buletin Greed & Fear yang dikutip Bloomberg, ia menilai kemajuan teknologi tersebut berpotensi mengancam keamanan jangka panjang aset crypto terbesar di dunia itu.
Posisi Bitcoin yang dilepas kemudian dialihkan ke emas fisik dan saham perusahaan tambang emas, aset yang dinilai punya rekam jejak lebih panjang dan stabil.
Wood sebelumnya memasukkan Bitcoin sejak akhir 2020 dan bahkan menambah porsi pada 2021, dengan keyakinan crypto bisa menjadi “emas digital” di tengah banjir stimulus bank sentral saat pandemi.
Namun kini, Wood menegaskan kekhawatirannya lebih mendasar, yakni soal risiko eksistensial terhadap fungsi Bitcoin sebagai penyimpan nilai. Ia berpandangan bahwa terobosan kuantum dapat melemahkan sistem kriptografi Bitcoin.
Meski begitu, sejumlah pakar menilai ancaman tersebut belum mendesak, dengan CEO Blockstream Adam Back menyebut risiko kuantum baru relevan dalam 20–40 tahun ke depan dan bisa diantisipasi lewat standar enkripsi pasca-kuantum.
Kendati skeptisisme masih dominan, langkah Wood menunjukkan isu ini mulai memengaruhi keputusan alokasi aset, seiring beberapa negara seperti El Salvador juga mengambil langkah preventif untuk mengamankan kepemilikan Bitcoin mereka. $PAXG $ETH
**Jika Peter Schiff Beli Bitcoin Sejak Ia Skeptis Nilainya Kini Tembus US$9,8 Juta**
Peter Schiff, seorang skeptis terhadap Bitcoin ($BTC ) yang telah menyatakan dirinya tidak percaya terhadap aset ini dari tahun 2011. Jika dirinya membeli US$1 dalam setiap harinya, kini ia bisa menikmati keuntungan US$9,8 juta atau sekitar Rp165 miliar.
Dalam situs Satoshi Nakamoto Institute, Schiff diabadikan dalam blog tersebut sebagai orang yang skeptis. Tercatat, dirinya sudah memercayai Bitcoin sebagai bubble sejak Juni 2011 hingga kini, artinya ia konsisten terhadap argumennya selama 15 tahun.
Diketahui, ia dapat mengantongi keuntungan mencapai 184.145% sejak ia skeptis dengan Bitcoin. Kala itu, harga aset terbesar crypto ini hanya dibanderol US$17,5.
Sebagai informasi, menurutnya Bitcoin hanya bernilai sebagai alat tukar semata selama terdapat orang yang bersedia menerimanya dan tidak dapat memiliki nilai. $ETH $SOL
**Platform X Milik Elon Serentak Eror di Seluruh Negara, Termasuk Indonesia**
Platform media sosial X milik Elon Musk dilaporkan mengalami eror atau down secara serentak di seluruh negara, termasuk dunia pada Jumat (16/01).
Hingga saat ini belum diketahui penyebab terjadinya hal tersebut. Namun, peristiwa ini menyebabkan lebih dari ratusan juta pengguna terganggu.
Diketahui, ada 70 ribu pengguna yang melaporkan permasalahan ini dalam mengakses X terutama pada aplikasi seluler, menurut Downdetector. $BTC $ETH $BNB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang geopolitik global setelah mengeluarkan ultimatum terbuka kepada NATO dan Denmark, menuntut agar Greenland berada di bawah kendali AS dengan dalih keamanan nasional.
Trump mengklaim bahwa Greenland memiliki peran krusial dalam proyek pertahanan rudal “Golden Dome”, dan menyebut kontrol atas pulau strategis tersebut sebagai kebutuhan mendesak bagi AS. Pernyataan Trump makin kontroversial ketika ia menyebut Amerika bisa “mengambil Greenland dengan cara keras jika perlu.”
Respons Denmark dan Greenland langsung tegas: 🇩🇰 Kedaulatan tidak untuk ditawar 🇬🇱 Greenland menolak segala bentuk tekanan dan ancaman Ketegangan ini berpotensi berdampak luas, mulai dari hubungan NATO, stabilitas geopolitik Arktik, hingga pasar global dan energi dunia.
Pertanyaannya: 🌍 Apakah AS benar-benar berani melangkah lebih jauh?
⚠️ Atau ini hanya strategi tekanan politik tingkat tinggi?
‼️ Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi. $BTC $ETH $PAXG
Donald Trump menegaskan bahwa belum ada rencana untuk memecat Ketua The Fed, Jerome Powell, meski isu penyelidikan pidana terhadap Powell mulai mencuat ke publik.
Namun, Trump juga menyebut bahwa keputusan tersebut masih “terlalu dini”, pernyataan yang justru memicu kekhawatiran pasar terkait independensi The Federal Reserve dan stabilitas kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pernyataan ambigu ini membuat investor mulai berspekulasi:
📉 Apakah tekanan politik akan memengaruhi arah suku bunga?
📊 Apakah The Fed masih benar-benar independen? Pasar keuangan global kini bersiaga, karena setiap sinyal dari Trump dan The Fed berpotensi mengguncang dolar AS, emas, dan pasar saham dunia.
‼️ Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi. $BTC $ETH $SOL
**Bitcoin Rebound, Namun Trader di HTX Ini Malah Terlikuidasi Rp591 Miliar**
Seorang trader Bitcoin ($BTC ) harus kehilangan US$34,98 juta setara Rp591 miliar. Diketahui, trader tersebut memasang posisi pada harga US$97.161 di bursa crypto HTX, namun Bitcoin rebound ke US$97.585 yang membuat dana trader itu lenyap.
Data CoinGlass mengungkapkan terdapat lebih dari 135.000 trader yang terlikuidasi dengan total nilai US$455,66 juta setara Rp7,70 triliun dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin (BTC) menjadi aset dengan likuidasi terbesar senilai US$185,77 juta, diikuti Ethereum ($ETH ) sebesar US$92,27 juta, dan crypto lainnya senilai US$32,91 juta. #AkademiCryptoNews
Disclaimer Alert. Not Finanial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
**Pemimpin Iran Diduga Kaburkan Uangnya ke Crypto Senilai US$1,5 Miliar**
Para pemimpin Iran diduga mengirimkan uangnya senilai US$1,5 miliar atau sekitar 1,5 kuadriliun rial Iran melalui aset digital crypto di Dubai.
"1,5 miliar dolar telah ditransfer keluar dari Iran dalam beberapa jam terakhir, bukan melalui bank tetapi melalui cryptocurrency dengan tujuan yang jelas: Dubai," melansir laporan Iran International.
Hal tersebut mencerminkan bahwa crypto dapat menjadi solusi dalam suatu peristiwa besar. Terlebih, aset digital ini menawarkan efisensi dan kemudahan dalam bertransaksi lintas batas secara cepat serta murah.
Selain itu, Iran menjadi sangat bergantung pada aset crypto di tengah sanksi dan pembatasan yang terjadi, sehingga mempersulit transaksi lintas batas pada trasnfer tradisional.
Sebagai informasi, Iran yang tengah menghadapi krisis moneter membuat masyarakat mengalihkan kekayaannya ke crypto. Secara, jumlah transaksi hingga pertengahan 2025 semakin tinggi dalam 3 tahun terakhir.
Diketahui, jumlah transaksi arus dana masuk warga Iran ke exchange totalnya hampir mendekati US$3 miliar atau setara Rp50,6 triliun, melansir laporan The Geography of Crypto Report 2025. $BTC $ETH $SOL
Saham, emas, dan berbagai aset global melonjak bersamaan, seolah ekonomi dunia sedang berada di puncak kejayaan. Namun justru di fase seperti inilah risiko sering diabaikan. Di balik euforia pasar, utang Amerika Serikat telah menembus level tertinggi sepanjang sejarah, sekitar US$18,5 triliun. Likuiditas besar, stimulus agresif, dan optimisme berlebihan membuat pasar terlihat kuat, padahal fondasi ekonominya semakin rapuh. Sejarah membuktikan, kondisi ketika hampir semua aset naik bersamaan sering kali diikuti oleh koreksi besar. Bukan soal panik, tetapi soal kesadaran bahwa pasar bisa berbalik arah kapan saja.
Pertanyaannya: 📉 Apakah ini pertumbuhan sehat, atau justru sinyal awal krisis global berikutnya?
‼️ Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi. $BTC $PAXG $ETH
**Tiga Katalis yang Bisa Buat Crypto Pulih di Tahun Ini Menurut Analis**
Wintermute, perusahaan market maker crypto, mengungkapkan ketiga katalis atau faktor yang dapat memulihkan pasar crypto secara keseluruhan di tahun 2026 ini.
"Hanya beberapa token terpilih yang outperform sementara pasar yang lebih luas terus menurun, tertekan oleh beban unlock. Untuk membalikkan tren ini, setidaknya salah satu dari tiga hal perlu terjadi," tulisnya, melansir laporan resmi.
Diketahui, peran institusi besar dan penyedia exchange-traded fund (ETF) dapat mendorong likuiditas pasar crypto. Akan tetapi, pemain besar ini perlu mengalokasikan ke token lainnya, dan tidak terpusat pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Lalu, kedua aset terbesar crypto Bitcoin dan Ethereum perlu melakukan reli peningkatan harga yang lebih tinggi. Sehingga, akan mendorong peralihan modal ke aset crypto lainnya, sebab investor yang telah meraup untung akan memindahkan profitnya ke aset digital lain atau diistilahkan 'spillover effect'.
Terakhir, para investor retail juga ikut andil dalam pemulihan dan mereka harus kembali ke pasar crypto. Karena, saat ini para pemain tersebut lebih tertarik dengan pasar saham dan perusahaan teknologi hingga artificial intelligence (AI).
Dari ketiga faktor tersebut, satu diantaranya tengah terjadi, yaitu kemunculan opsi ETF crypto yang tidak hanya memberikan opsi Bitcoin dan Ethereum. Terlihat, dalam kesuksesan ETF Solana ($SOL ) dan $XRP yang tercatat mengalami inflow masing-masing US$833 juta serta US$1,2 miliar dalam waktu relatif singkat.
**Awalnya Hanya Satoshi, Kini Bitcoin Core Dijaga TheCharlatan**
Bitcoin awalnya hanya dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto. Namun kini Bitcoin Core punya enam maintainer setelah pengembang anonim dengan nama samaran TheCharlatan masuk.
Adapun TheCharlatan memiliki hak akses commit ke branch utama. Penunjukan ini menjadi yang pertama dalam hampir tiga tahun terakhir, mencerminkan betapa ketatnya proses promosi di proyek tersebut.
Untuk dapat mencapai posisi ini, TheCharlatan harus memperoleh persetujuan luas dari komunitas, dengan dukungan lebih dari 20 kontributor Bitcoin Core.
Hal ini menegaskan karakter tata kelola Bitcoin Core yang berjalan lambat, sangat berhati-hati, dan terdesentralisasi, di mana kepercayaan dibangun melalui kontribusi jangka panjang dan konsensus, bukan melalui otoritas terpusat. $BTC $ETH $BNB
**Inflasi AS Akhirnya Mereda, Bitcoin Naik ke US$93.000**
Consumer Price Index (CPI) atau inflasi di Amerika Serikat (AS), hari ini, Selasa (13/10) malam, stabil berada di level 2,7% secara tahunan pada Desember 2025.
Maka dari itu, pasar aset digital crypto bereaksi, dengan Bitcoin ($BTC ) naik ke US$93.000 atau 1,56% menurut CoinMarketCap. Selain itu, kapitalisasi pasar crypto terus naik ke US$3,16 triliun.
Dengan kata lain, laporan ini menunjukkan bahwa angka inflasi kian mendekat dari target 2%, di mana hal ini memperkuat spekulasi the Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga mendatang, hingga mendorong kenaikan aset digital.
Selain itu, tekanan inflasi AS yang mulai terkendali menandai optimisme pasar yang sepanjang tahun 2025 sempat menurun. Terlebih, inflasi yang rendah mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter yang kuat, hingga meningkatkan likuiditas.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).* $ETH $SOL
**Fiat Iran Jeblos ke US$0, Bitcoin Jadi Seharga 104 Miliar Rial**
Nilai tukar mata uang Iran terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tidak berharga yang dibanderol US$0. Hal ini membuat harga Bitcoin ($BTC ) melejit yang membutuhkan 104 miliar rial untuk mendapat 1 $BTC .
Hal tersebut terjadi karena Iran tengah menghadapi kerusuhan domesti yang diakibatkan adanya krisis ekonomi dan ketegangan dengan militer AS yang memperburuk keadaan.
Diketahui, penurunan tajam nilai tukar rial terjadi kala kurs bebas pasar menyentuh sekitar 1,3-1,4 juta rial per dolar AS. Peristiwa ini menjadikan mata uang Iran sebagai yang terlemah dan terendah di dunia.
Sebagai informasi, harga Bitcoin dalam mata uang rupiah nilainya sebesar Rp1,5 miliar, sedangkan pada nilai mata uang Eropa dibanderol 78 ribu euro. Lalu, pada fiat AS harganya US$92 ribu per tokennya.
**Kisruh Trump-Powell, Perak Jadi Aset Terbesar Kedua di Dunia**
Harga perak kembali meroket menjadi US$85,23 pada Selasa (13/01) menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed). Tak hanya itu, kapitalisasi pasarnya juga naik tipis 0,27% yang membuatnya menyalip NVIDIA menjadi aset paling berharga kedua di dunia.
Di sisi lain, Bitcoin masih turun ke posisi ke-8 dengan kapitalisasi pasar senilai US$1,8 triliun setelah sebelumnya sempat menyalip saham Alphabet, perusahaan induk Google sebagai aset paling berharga kelima di dunia.
Lonjakan perak terjadi karena pasar khawatir terhadap independensi The Fed. Sebagai informasi, Departemen Kehakiman Amerika Serikat memutuskan untuk menyelidiki Ketua The Fed Jerome Powell.
Powell menyebut penyelidikan tersebut merupakan serangan politik dari Gedung Putih terkait penolakannya menurunkan suku bunga sesuai keinginan Presiden Trump. Hal ini mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven.
Meski harga perak sudah menguat kuat sejak tahun lalu, kenaikan sekitar 7% hingga mendekati rekor baru ini terutama dipicu oleh faktor geopolitik dan institusional, bukan semata-mata fundamental permintaan industri.
Karena pasar perak relatif lebih kecil dibanding emas, arus modal defensif tersebut berdampak lebih besar pada harganya, menjadikan perak sangat sensitif terhadap ketidakpastian kebijakan. $XAU $XAG
**Bitcoin $BTC Masih Loyo, Emas $PAXG Capai ATH Baru US$4.600**
Emas naik 2,23% yang membuatnya mencapai all-time high (ATH) atau rekor tertinggi baru seharga US$4.600 per ons, Senin (12/01). Di sisi lain, Bitcoin masih diam di tempat pada harga US$90.000 sejak November lalu.
Melonjaknya logam mulia dipicu krisis kepercayaan yang luar biasa terhadap independensi The Federal Reserve. Pasar bereaksi secara agresif setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) membuka investigasi kriminal terhadap Ketua Fed, Jerome Powell, terkait kasus renovasi gedung pusat.
Powell menyebut langkah ini sebagai tekanan politik akibat perselisihannya dengan administrasi Trump mengenai kebijakan suku bunga. Hal ini kemudian membuat investor berbondong-bondong mengamankan aset mereka ke emas sebagai safe haven.
Secara analisis teknis, emas kini kembali memasuki fase price discovery setelah melampaui level tertinggi sepanjang masa sebelumnya. Penutupan harga di atas level rekor saat ini menjadi sinyal konfirmasi yang sangat krusial untuk melanjutkan tren bullish menuju target psikologis berikutnya di angka US$5.000, yang juga bertepatan dengan level ekstensi Fibonacci 100%.
Meskipun masih berpotensi naik, emas memiliki basis dukungan (support) yang kuat pada level US$4.360 dan rata-rata bergerak 50 hari (50 EMA) di kisaran US$4.255, yang dapat berfungsi sebagai penahan jika terjadi koreksi teknis akibat volatilitas pasar yang tinggi. #AkademiCryptoNews
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
**Carousel | X Bakal Luncurkan Fitur Pelacakan Harga Saham-Crypto**
Head of Product X Nikita Bier mengumumkan rencana peluncuran fitur Smart Cashtags, yang memungkinkan pelacakan harga aset digital crypto dan saham serta grafik kinerja aset secara real-time.
“Kami sedang membangun Smart Cashtags yang memungkinkan pengguna untuk menentukan aset yang tepat atau smart contract saat mengunggah ticker. Serta, hanya dari timeline, pengguna dapat mengetuknya untuk melihat harga real-timenya bersama dengan semua penyebutan aset tersebut,” tulis Bier melansir laman X miliknya.
Bahkan, peluncuran fitur X terbaru ini dijadwalkan bisa rilis kepada publik pada Februari mendatang, yang mana di dalam X sudah tersedia tombol jual atau beli serta dukungan untuk Solana ($SOL ). Lalu, menanggapi rencana itu, pengguna X pun menyambut antusiasnya fitur baru tersebut, terlebih pemegang aset digital crypto.
“CashTag akan sangat bagus dan berguna,” tulis akun X @martinlasek.
“Langkah bagus untuk pasar crypto di X,” tulis akun X @cryptotony. $BTC $ETH
**Superheat Rilis Water Heater yang Bisa Tambang Bitcoin, Dijual Rp33,6 Juta**
Superheat meluncurkan perangkat H1, yakni teknologi yang menggabungkan mesin penambang Bitcoin dan water heater seharga US$2.000 atau sekitar Rp33,6 juta. Cara kerjanya yaitu chip mining dipasang pada tangki air listrik standar berkapasitas 50 galon dan panas yang dihasilkan digunakan untuk memanaskan air.
Perangkat ini mengonsumsi daya sekitar 4.000 hingga 5.000 watt, setara dengan pemanas air listrik biasa. Namun H1 lebih unggul karena bisa menghasilkan Bitcoin yang dapat dipantau melalui aplikasi yang menampilkan suhu air dan pendapatan mining secara real-time.
Menurut pengembangnya, Superheat, pendapatan dari mining berpotensi menutupi hingga 80% biaya listrik dan air, tergantung tarif lokal dan harga Bitcoin yang berada di kisaran US$91.000. $BTC $ETH $SOL
**Perjalanan Tahun 2025, Performa Bitcoin Ditentukan oleh Trump-ETF**
Sepanjang tahun 2025, nasib performa dari Bitcoin ($BTC ) ditentukan oleh ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan dana para investor di pasar exchange-traded fund (ETF) aset crypto tersebut.
Secara rinci, perjalanan pertama Bitcoin di awal tahun lalu mengalami dana keluar para investor ETF sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun di bulan Februari.
Lalu, pengumuman pemerintah Amerika Serikat yang menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan negara di bulan Maret. Namun, pergerakan harganya justru berbalik arah di area perdagangan sekitar US$80 ribu hingga US$90 ribu.
Setelah bulan Maret, pada bulan April Trump mendadak mengumumkan tarif perdagangan ke puluhan negara di dunia. Hal tersebut membuat pasar crypto memerah, bahkan aset-aset investasi lainnya juga berdampak besar.
Pada bulan Juni, senat AS mengesahkan undang-undang bernama Genius Act yang terkait regulasi crypto. Hanya perlu waktu sebulan, senat AS telah menyetujui undang-undang tersebut di bulan Juli.
Terakhir, nasib aset ini ditentukan di bulan Oktober, saat itu pasar ETF mengalami euforia dengan arus dana masuk US$1,2 miliar atau sekitar Rp20,2 triliun dan membuat Bitcoin mencapai titik tertinggi yang baru senilai US$126 ribu. $ETH $SOL
**Tepat 17 Tahun Lalu, Mendiang Hal Finney Mengunggah Cuitan 'Running Bitcoin'**
Sosok legendaris di dunia cryptography Hal Finney mengunggah cuitannya yang berisi 'running Bitcoin' di tahun 2009, artinya sudah 17 tahun berlalu. Pada tahun itu bersamaan dengan peluncuran awal Bitcoin (BTC) oleh Satoshi Nakamoto.
Maksud dari ‘running Bitcoin’ adalah ia berhasil menginstall dan menjalankan software Bitcoin di komputernya. Hal ini menjadikan cuitan pertama yang membahas Bitcoin di X.
Pada tahun tersebut, kemunculan Bitcoin belum dilirik dunia dan nilainya nyaris tak berharga, Namun, Finney merupakan orang pertama yang melihat sesuatu yang luar biasa dan percaya pada aset ini.
Diketahui, Finney merupakan orang pertama yang menerima transaksi Bitcoin secara langsung dari sang pendirinya Satoshi Nakamoto. Sehingga, dirinya diduga sebagai Satoshi yang asli.
Selain itu, Finney meyakini Bitcoin akan menjadi mata uang global yang hidup berdampingan dengan fiat. Hal itu membuatnya aset tersebut nilainya akan naik hingga US$10 juta per koin atau Rp165 miliar.
Kini, tak terasa sudah 17 tahun Bitcoin hadir sebagai aset digital yang telah tumbuh pesat dan melalui banyak peristiwa besar sejak peluncurannya. $BTC $ETH $SOL
**El Salvador Pasang Instalasi di Bandara Bertuliskan "Selamat Datang di Negara Bitcoin"**
Bandara Monseñor Óscar Arnulfo Romero di El Salvador diramaikan dengan sebuah instalasi bertuliskan “Welcome to Bitcoin Country”. Monumen tersebut diramaikan dengan logo Bitcoin (BTC) di atasnya.
Tak hanya itu, di sekitar monumen, terdapat layar digital yang menampilkan informasi real-time tentang kepemilikan Bitcoin El Salvador, yang saat ini mencapai 7.524 Bitcoin setara US$698 juta.
Monumen tersebut ramai diperbincangkan di media sosial X. Beberapa netizen yang berada di sana, diketahui mengambil gambar hingga berswafoto dengan monumen tersebut.
Selain itu, berdiri monumen Bitcoin di bandara menunjukkan komitmen Presiden El Salvador Nayib Bukele yang berkomitmen penuh all-in di Bitcoin dan kecerdasan buatan (AI) sebagai pilar strategi nasional. $BTC $ETH $SOL
**Bitcoin Keok ke US$89.000, Buat US$180 Juta Posisi Long Terlikuidasi**
Bitcoin turun ke US$89.000 atau 0,41% dalam 24 jam terakhir, Jumat (09/01) sore. Penurunan ini memicu 96.294 trader terlikuidasi dengan posisi long di US$180 juta atau Rp3 triliun posisi long lenyap di waktu yang sama, menurut CoinGlass.
Katalis penurunan kali ini terjadi usai arus keluar (outflow) exchange-traded fund (ETF) Bitcoin selama 3 hari berturut-turut sejak Selasa, (06/01) mencapai US$1,12 miliar, menurut SoSoValue.
Lebih lanjut, pada gabungan outflow 6 Januari hingga 8 Januari, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) pimpin outflow sebesar US$679 juta, sementara itu iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) milik BlackRock sekitar US$323 juta.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).* $BTC $ETH $SOL
سجّل الدخول لاستكشاف المزيد من المُحتوى
استكشف أحدث أخبار العملات الرقمية
⚡️ كُن جزءًا من أحدث النقاشات في مجال العملات الرقمية