Mengapa Bitcoin Menjadi Elemen Resistance di Krisis Ekonomi Iran
Menurut Chainalysis, Bitcoin (BTC) telah muncul sebagai “elemen perlawanan” di Iran di tengah gejolak yang semakin dalam, dengan ekosistem kripto secara keseluruhan melonjak menjadi lebih dari US$7,78 miliar pada 2025.
Dengan mata uang nasional yang terus tertekan dan aksi protes masih berlanjut di seluruh negeri, aset kripto kini menjadi alternatif penting bagi banyak warga Iran, yang terlihat dari meningkatnya penggunaan aset tersebut.
Orang Iran Tingkatkan Transfer Bitcoin seiring Krisis Ekonomi Memburuk
BeInCrypto melaporkan bahwa sejak akhir Desember 2025, gelombang protes massal mulai melanda Iran. Demonstrasi ini terjadi akibat inflasi yang semakin naik dan anjloknya nilai mata uang lokal terhadap dolar.
Lembaga berita HAM yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), memperkirakan bahwa lebih dari 2.500 orang telah tewas. Otoritas pemerintah juga telah mematikan akses internet.
Di tengah gejolak ini, Chainalysis mencatat lonjakan aktivitas kripto, dengan jumlah transaksi harian rata-rata naik dalam US dollar dan lebih banyak transfer ke wallet pribadi.
Penarikan besar di bawah US$10.000 mencatat pertumbuhan paling tinggi, dengan nilai penarikan rata-rata naik 236% dan jumlah transfer tumbuh 262%. Penarikan menengah di bawah US$1.000 naik 228% dari sisi nilai dan 123% secara jumlah transfer.
Penarikan sangat besar di bawah US$100.000 juga meningkat, dengan nilai naik 32% dan jumlah transfer naik 55%. Bahkan penarikan kecil di bawah US$100 pun ikut naik, di mana nilai rata-rata tumbuh 111% dan jumlah transfer naik 78%. Selain itu, penarikan dari exchange Iran ke wallet Bitcoin pribadi yang tidak teridentifikasi juga melonjak signifikan.
“Perilaku ini merupakan respons rasional terhadap ambruknya nilai rial Iran, yang telah kehilangan hampir seluruh nilainya, sehingga secara efektif menjadi tidak berarti dibandingkan mata uang utama seperti euro,” terang laporan itu.
Chainalysis menekankan bahwa Bitcoin berperan lebih luas selama krisis di Iran, tidak hanya sebagai pelindung nilai. Chainalysis juga mengamati bahwa bagi banyak warga Iran, aset kripto telah menjadi “elemen perlawanan”.
Beda dengan aset konvensional yang kurang likuid dan mudah diawasi pemerintah, Bitcoin dengan fitur self-custody dan ketahanan terhadap sensor, memberi ruang gerak finansial yang lebih luas bagi individu.
Fleksibilitas ini sangat krusial terutama dalam situasi di mana penduduk harus meninggalkan negara atau mengandalkan sistem keuangan di luar kontrol pemerintah.
“Pola meningkatnya penarikan BTC di masa ketidakstabilan yang tinggi ini mencerminkan tren global yang juga kami amati di wilayah lain yang mengalami perang, gejolak ekonomi, atau represi pemerintah,” tulis Chainalysis.
Ekosistem Kripto Iran Capai US$7,78 Miliar pada 2025
Chainalysis menyatakan bahwa pasar kripto Iran tumbuh tajam pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan ekosistem melebihi US$7,78 miliar. Merujuk pola sebelumnya, Chainalysis mengungkapkan bahwa aktivitas kripto di negara ini meningkat pesat pada periode dengan perkembangan internal atau geopolitik besar.
Kenaikan signifikan terjadi selama bom di Kerman pada Januari 2024, serangan rudal ke Israel pada Oktober 2024, dan perang 12 hari di Juni 2025 yang meliputi serangan ke exchange kripto terbesar dan bank utama di Iran.
Aktivitas Kripto Iran Meningkat di Tengah Peristiwa Besar | Sumber: Chainalysis
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kini menjadi kekuatan dominan di sektor aset kripto Iran. Aktivitas on-chain terkait IRGC menyumbang sekitar separuh dari total nilai kripto yang diterima di Iran selama kuartal IV 2025.
Laporan Chainalysis memperkirakan wallet terkait IRGC menerima lebih dari US$3 miliar pada 2025, naik dari US$2 miliar lebih di tahun sebelumnya. Kelompok ini semakin sering mengandalkan aset digital untuk menghindari sanksi dan mendukung jaringan keuangan regionalnya. Tim Chainalysis menambahkan,
“Kami memperkirakan angka ini akan bertambah seiring lebih banyak wallet terafiliasi IRGC dipublikasikan secara terbuka, dan bagian jaringan pencuciannya terbongkar lebih luas.”
Ini menegaskan bahwa adopsi aset kripto di Iran bersifat ganda. Aktor yang berhubungan dengan negara telah memanfaatkan aset digital untuk menghindari sanksi internasional.
Di saat yang sama, untuk masyarakat umum, aset ini menjadi sarana melindungi tabungan dari hiperinflasi dan risiko penyitaan aset. Chainalysis menyarankan bahwa aset kripto kemungkinan akan tetap menjadi alat utama bagi warga Iran yang ingin memiliki kemandirian finansial lebih luas.
CZ Binance: 90% Meme Coin Berujung ‘Gagal’, Ini Alasannya
Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya secara terbuka dalam sesi AMA (Ask Me Anything). Dalam diskusi tersebut, CZ berbicara lugas soal meme coin, risiko pasar, serta masa depan kripto. Ia menegaskan bahwa di tengah hiruk-pikuk pasar, kesabaran, edukasi, dan kesadaran risiko jauh lebih penting ketimbagn mengejar cuan cepat.
Pasar kripto senantiasa berubah, sehingga pandangan para builder berpengalaman seperti CZ tetap menjadi rujukan bagi investor dan trader.
CZ Peringatkan Meme Coin yang Dibuat Mengatasnamakan Dirinya
Changpeng Zhao menekankan bahwa tidak ada alasan untuk meluncurkan meme coin hanya karena ia menyinggung suatu topik di media sosial. Menurutnya, satu komentar ringan sama sekali bukan sinyal untuk menciptakan proyek baru. Investor perlu menjaga jarak dan bersikap rasional, sebab proyek semacam ini kerap berakhir dengan crash cepat.
CZ juga menyoroti bahwa asal-usul token seperti itu sering kali tidak jelas dan sulit diverifikasi. Risiko manipulasi harga pun sangat tinggi. Akibatnya, investor pemula kerap kehilangan dana tanpa memahami mekanisme pasar. Ia menegaskan bahwa Binance tidak bertanggung jawab atas keputusan spekulatif semacam itu.
Pesan yang terus diulang CZ adalah tanggung jawab pribadi investor. Setiap keputusan harus didasarkan pada analisis, bukan emosi atau impuls. Pasar kripto menghargai kesabaran, namun menghukum tindakan gegabah.
Menurut CZ, lebih dari 90% meme coin berakhir gagal karena tidak memiliki fundamental yang solid. Hanya proyek dengan narasi kokoh yang berpeluang bertahan, idealnya didukung konteks sejarah atau budaya. Tren sesaat tidak cukup untuk menopang nilai jangka panjang.
Meme coin tanpa landasan naratif akan dengan cepat kehilangan perhatian pasar. Modal pun berpindah ke tren berikutnya, likuiditas mengering, dan harga anjlok tajam. Pola ini, menurut CZ, telah berulang kali terlihat selama bertahun-tahun.
Ia menekankan bahwa pasar tidak memaafkan ketiadaan fundamental. Aktivitas tinggi di media sosial tidak menjamin keberlanjutan. Karena itu, kehati-hatian harus menjadi dasar strategi investasi, terutama bagi pendatang baru.
Saran CZ: Cara Memulai Investasi dengan Lebih Aman
CZ dengan tegas menyarankan pemula menjauhi futures dan opsi. Leverage, menurutnya, sangat cepat menggerus modal trader yang belum berpengalaman. Ia menganjurkan belajar dengan nominal kecil agar memahami volatilitas pasar.
Pendekatan edukatif menjadi kunci. Investor sebaiknya memulai dari pasar spot, lalu secara bertahap meningkatkan eksposur setelah memahami mekanisme pasar. Dengan cara ini, risiko kerugian dapat ditekan.
Dalam AMA tersebut, CZ merangkum prinsip dasar bagi pemula:
mulai dari nominal kecil
hindari leverage
fokus pada pembelajaran, bukan emosi
Aturan sederhana ini membantu membangun pendekatan jangka panjang yang lebih tenang dan berkelanjutan.
Bitcoin, Altcoin, dan Pandangan Masa Depan Menurut CZ
CZ yakin altcoin season (altseason) akan datang, meski waktunya tidak bisa diprediksi. Siklus pasar bersifat kompleks dan dinamis, sehingga kesabaran tetaplah krusial.
Ia juga mengulang pandangan jangka panjangnya bahwa Bitcoin berpotensi mencapai US$200.000. Satu-satunya ketidakpastian adalah kapan target itu terwujud, bukan apakah mungkin terjadi.
CZ turut menilai ekosistem BNB sebagai ekosistem yang stabil dan didukung banyak builder aktif. Perkembangan jangka panjang terus berjalan meski kondisi pasar berubah-ubah, mencerminkan ketahanan ekosistem.
Ia juga menyinggung prediction markets (pasar prediksi), yang menurutnya masih berada di tahap sangat awal. Likuiditas dan jumlah market maker masih terbatas, dengan aktivitas yang saat ini banyak terkonsentrasi di pasar olahraga.
Baca Juga: MicroStrategy Ungkap Kerugian Akuntansi Rp292 Triliun di Q4 2025, Apa Dampaknya?
Sebagai penutup, CZ membandingkan Binance Square dengan platform X. Menurutnya, keduanya berdiri di atas fondasi yang berbeda. Mayoritas pengguna Binance Square sudah memiliki identitas terverifikasi, sehingga memudahkan pengembangan fitur-fitur yang terintegrasi langsung dengan kripto.
Kesimpulan dari AMA CZ: Meme coin bukanlah jalan pintas menuju kekayaan. Investor sebaiknya bersiap menghadapi siklus pasar, mengedepankan fundamental, dan memandang kripto, terutama Bitcoin, dengan perspektif jangka panjang.
Bagaimana pendapat Anda tentang pandangan CZ seputar meme coin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Rapat Pemegang Saham BitMine Tandai Perubahan dari Proxy Staking ETH: Ini Tujuan Berikutnya yang ...
Rapat tahunan pemegang saham BitMine di Las Vegas awalnya dijadwalkan sebagai acara tata kelola rutin, dengan agenda pemungutan suara untuk pemilihan dewan, kompensasi eksekutif, dan penambahan jumlah saham beredar yang disetujui.
Namun, sesi tersebut justru berubah menjadi momen strategis untuk memperkenalkan arah baru, yang mengubah perusahaan dari sekadar proxy staking Ethereum menjadi sesuatu yang jauh lebih ambisius.
Distribusi dan Onboarding Ritel Kini Menjadi Inti dari Strategi ETH BitMine
Pergeseran utama tersebut terlihat dari kemajuan BitMine menuju target utama mereka yaitu menguasai 5% dari total suplai Ethereum.
Berdasarkan penjelasan yang beredar selama rapat, perusahaan ini sudah memiliki sekitar 75% dari total ETH yang dibutuhkan untuk mencapai ambang tersebut. Artinya, mereka telah menguasai 3,36% suplai ETH, dalam upaya menuju 5%. Semua ini didukung oleh neraca keuangan yang menyimpan hampir US$1 miliar dalam bentuk kas tanpa utang.
Manajemen memberi sinyal bahwa target 5% tersebut kini dapat tercapai secepatnya tahun ini. Padahal, dulu pencapaian 5% itu sempat dianggap sebagai ambisi jangka panjang selama beberapa tahun.
Dari sisi ekonomi, akumulasi tersebut kini bukan lagi sekadar teori. Dengan harga ETH saat ini, BitMine sudah menghasilkan estimasi US$400 juta hingga US$430 juta per tahun dari kombinasi hadiah staking ETH dan hasil kas.
Setelah ambang batas 5% tercapai, angka itu akan meningkat menjadi sekitar US$540 juta hingga US$580 juta pendapatan tahunan sebelum pajak, jika harga stabil.
Bagi perusahaan dengan jumlah pegawai yang relatif kecil, ini menjadikan profil mereka sangat kuat dalam menghasilkan uang, bahkan menyaingi beberapa perusahaan paling menguntungkan di AS.
Potensi keuntungannya sangat tinggi. BitMine memodelkan skenario jika harga Ethereum menembus US$12.000, yang bisa mendorong pendapatan tahunan dari staking ke kisaran US$2 miliar.
Yang penting untuk para pemegang saham, arus kas tersebut akan terus terjadi dan tidak membuat kepemilikan saham terdilusi, sehingga perusahaan bisa memilih untuk berinvestasi ulang pada:
Platform baru
Infrastruktur, atau
Potensi pengembalian bagi pemegang saham tanpa harus mengandalkan utang.
Logika investasi ulang inilah yang membantu menjelaskan langkah paling kontroversial perusahaan sejauh ini. BitMine berinvestasi US$200 juta ke Beast Industries, perusahaan media yang didirikan oleh bintang YouTube MrBeast.
Kesepakatan ini sempat memicu tanda tanya. namun, manajemen dan investor yang sepaham menganggapnya sebagai strategi distribusi, bukan hanya sekadar branding.
BitMine Andalkan Ethereum dan MrBeast untuk Bangun Jalur Masuk Aset Kripto Retail Berikutnya
Dalam wawancara dengan CNBC sebelum rapat pemegang saham, Chairman BitMine Tom Lee menjelaskan bahwa alasannya terletak di persimpangan antara platform digital dan infrastruktur keuangan.
“Menurut kami, Ethereum, yang merupakan platform smart contract, adalah masa depan industri keuangan, di mana digitalisasi tidak hanya mencakup dolar tetapi juga saham dan ekuitas,” ujar Lee. “Seiring waktu, perbedaan antara layanan dan uang digital bisa menjadi sangat samar. Di situlah kolaborasi dan investasi ke Beast Industries menjadi masuk akal.”
Lee menekankan jangkauan budaya MrBeast sebagai aset strategis. Ia menyebut bahwa “mungkin ia adalah sosok ikonik bagi Gen Z, Gen Alpha, dan bahkan milenial.” Nyatanya, video MrBeast secara individu mampu menarik penonton bulanan lebih banyak daripada ajang Super Bowl.
“Ini bukan sekadar perusahaan kripto yang membeli eksposur merek. Ini adalah pembangunan jalur onramp retail DeFi terbesar yang pernah dibuat. 450 juta subscriber. 1,4 miliar penayangan dalam 90 hari. US$473 juta pendapatan di tahun 2025,” papar analis Shanaka Anslem.
Lee menambahkan, Beast Industries berencana menawarkan “platform layanan masa depan yang meliputi item digital dan juga layanan keuangan.” Menurut eksekutif BitMine, ini menciptakan jembatan alami untuk produk berbasis Ethereum seperti stablecoin dan aset ter-tokenisasi.
Bagi BitMine, logikanya adalah distribusi sekarang menjadi bagian dari infrastruktur. Perusahaan memposisikan diri untuk masa depan di mana wallet, aset tokenisasi, dan kepemilikan digital diperkenalkan melalui platform milik kreator dengan audiens global yang sangat besar. Ini berbeda jika hanya mengandalkan adopsi institusional melalui ETF dan jalur TradFi.
Di balik semua strategi tersebut ada neraca keuangan yang memang disiapkan untuk menghadapi volatilitas. Tanpa utang, dengan likuiditas tinggi serta tanpa risiko terpaksa melakukan penjualan, BitMine memiliki struktur yang bisa bertahan melewati siklus pasar kripto dibandingkan sekadar bereaksi terhadapnya.
Keputusan perusahaan untuk mengadakan rapat pemegang saham terbuka dan live dengan sesi tanya jawab langsung juga semakin menegaskan pesan kepercayaan diri dan transparansi mereka.
Secara keseluruhan, melalui rapat ini terlihat bahwa BitMine tidak ingin lagi hanya dinilai sebagai perusahaan yang fokus pada yield ETH saja.
Alih-alih, perusahaan ini mempromosikan diri sebagai perusahaan induk bergaya Berkshire untuk ekonomi digital. Dalam model ini, Ethereum berfungsi sebagai lapisan dasar yang menghasilkan kas dan mengatur alokasi modal untuk mendefinisikan fase pertumbuhan berikutnya. Jadi, perusahaan ini tidak hanya mengandalkan ETH untuk staking semata.
CME Group Akan Luncurkan Futures Cardano, Chainlink, & Stellar pada 9 Februari
CME Group, bursa derivatif terbesar di dunia, berencana melakukan listing kontrak futures untuk Cardano (ADA), Chainlink (LINK), dan Stellar (XLM). Perdagangan akan bergulir mulai 9 Februari, dengan catatan menunggu persetujuan regulator.
Langkah ini menghadirkan derivatif kripto teregulasi untuk altcoin utama, sehingga memperluas akses investor institusional. Meski demikian, pengumuman tersebut tidak memicu pergerakan harga signifikan pada ADA, LINK, maupun XLM.
CME Group Perluas Lini Produk Kripto
CME Group mengumumkan perkembangan ini lewat unggahan resmi di X (sebelumnya Twitter). Produk baru ini akan tersedia dalam ukuran kontrak standar dan mikro, sehingga menargetkan klien institusional dan trader ritel.
Kontrak standar terdiri dari 100.000 ADA, 5.000 LINK, atau 250.000 XLM. Sementara kontrak mikro berisi 10.000 ADA, 250 LINK, atau 12.500 XLM. Opsi kontrak mikro memungkinkan perdagangan aset kripto teregulasi dengan komitmen dana lebih kecil, sehingga memberikan akses lebih luas bagi trader dengan modal terbatas.
“Pilihan produk Crypto kami semakin berkembang dengan hadirnya futures Cardano, Chainlink, dan Stellar. Tersedia dalam ukuran besar maupun mikro, kontrak-kontrak ini akan menawarkan efisiensi modal dan fleksibilitas untuk memperluas strategi Anda,” tulis tim mereka.
Penambahan produk ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan investasi aset kripto yang teregulasi. Pada 2025, CME Group melaporkan aktivitas derivatif aset kripto yang memecahkan rekor. Volume harian rata-rata naik 139% menjadi 278.000 kontrak, setara dengan nilai nosional US$12 miliar.
Peluncuran futures Cardano, Chainlink, dan Stellar akan menambah jajaran opsi teregulasi CME. Saat ini CME sudah menawarkan futures dan opsi untuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP (XRP), dan Solana (SOL). Menariknya, kontrak baru tetap memerlukan persetujuan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), menunjukkan fokus regulasi CME.
Baca Juga: 60% Lebih Trader Rugi di Token NYC Dukungan Eric Adams
Pengakuan Institusional untuk ADA, LINK, dan XLM meski Harga Lesu
Harga Cardano, Chainlink, dan Stellar tetap stabil setelah pengumuman CME pada 15 Januari. Hal ini sesuai dengan tren sebelumnya. Bahkan saat pasar derivatif mengumumkan peluncuran opsi untuk XRP dan Solana, harga juga tidak langsung bergerak signifikan.
Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa harga ADA turun 2,2% dalam satu hari terakhir, diperdagangkan di US$0,39 pada saat berita ini tayang. XLM juga melemah 1,1% ke level US$0,22 pada waktu publikasi.
LINK tercatat turun tipis 0,49%, diperdagangkan di US$13,7. Penurunan ini sejalan dengan kondisi pasar secara umum, di mana kapitalisasi pasar keseluruhan menyusut hampir 1% pada periode yang sama.
Meski begitu, analis menilai langkah ini menandakan pengakuan institusional terhadap aset-aset tersebut yang makin meningkat serta memperluas akses untuk berbagai pelaku pasar.
“Artinya bagi Stellar: • XLM mendapatkan pengakuan dan legitimasi institusional • Futures teregulasi membuka peluang bagi hedge fund & manajer aset • Likuiditas, manajemen risiko, dan kematangan pasar jadi lebih kuat • Ada jembatan baru antara TradFi dan pemanfaatan blockchain Stellar di dunia nyata,” tulis wallet DeFi berbasis Stellar, Scopuly dalam unggahannya.
Baca Juga: Coinbase Cabut Dukungan untuk CLARITY Act usai Revisi Versi Senat
Secara keseluruhan, rencana peluncuran futures Cardano, Chainlink, dan Stellar oleh CME Group menjadi langkah berikutnya dalam pengembangan pasar derivatif aset kripto. Walaupun pengumuman ini tidak memicu kenaikan harga secara langsung, kehadiran instrumen teregulasi semakin memperkuat partisipasi institusi serta menambah infrastruktur pasar untuk altcoin utama.
Bagaimana pendapat Anda tentang rencana debut futures Cardano, Chainlink, dan Stellar oleh CME Group ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Presiden Trump Rencanakan “Lelang Darurat Listrik”: Apa Artinya untuk Bitcoin Miner
Presiden Trump dikabarkan akan segera mengumumkan lelang darurat sektor listrik yang akan mendorong perusahaan teknologi membiayai pembangunan pembangkit listrik baru.
Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan kenaikan biaya listrik. Rencana ini bisa berdampak pada sektor aset kripto maupun ekonomi secara lebih luas menjelang pemilu paruh waktu 2026.
Apa Itu Lelang Kekuasaan Darurat Trump?
Menurut Bloomberg, Trump bersama gubernur dari beberapa negara bagian di Timur Laut AS sedang mendorong PJM, operator grid listrik terbesar di AS, untuk melakukan lelang listrik. Dorongan dari pemerintah dan para pemimpin negara bagian ini diharapkan berbentuk “statement of principles” yang tidak mengikat.
Dewan Dominasi Energi Nasional milik Trump, bersama gubernur Pennsylvania, Ohio, Virginia, dan beberapa negara bagian lain, akan menandatangani dokumen tersebut.
Inisiatif ini akan membuat perusahaan teknologi mengikuti lelang kontrak pembangunan pembangkit listrik baru dengan jangka waktu 15 tahun. Kontrak tersebut dapat mendukung pembangunan pembangkit listrik senilai sekitar US$15 miliar dengan seluruh biayanya ditanggung perusahaan teknologi, terlepas apakah mereka menggunakan listriknya atau tidak.
PJM memasok listrik untuk lebih dari 67 juta orang di wilayah yang membentang dari Mid-Atlantic sampai Midwest. Operator grid ini sudah menjadi tempat konsentrasi pusat data terbesar di dunia, terutama di Virginia Utara.
Krisis Energi Nasional Dorong Intervensi Darurat
Lelang darurat yang diusulkan ini akan menjadi intervensi besar dalam pasar energi AS. Presiden Trump telah berulang kali menyoroti penurunan harga minyak dan bensin sejak menjabat. Tapi, biaya listrik justru bergerak ke arah sebaliknya karena permintaan terus meningkat.
Porsi permintaan terbesar sekarang berasal dari pusat data skala besar. Pemerintah bersama perusahaan teknologi berpendapat pusat data ini penting agar ekonomi berkembang serta menjaga daya saing AS pada bidang kecerdasan buatan.
Namun, mereka juga berkontribusi pada naiknya biaya listrik rumah tangga. Pada September 2025, rata-rata harga listrik ritel AS naik 7,4% hingga mencapai rekor baru US$0,1807 per kilowatt-jam. Harga listrik untuk perumahan bahkan naik lebih tinggi lagi.
Berdasarkan Asosiasi Direktur Bantuan Energi Nasional, harga listrik melonjak 10,5% dari Januari sampai Agustus 2025, menjadi salah satu kenaikan terbesar selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.
“Krisis listrik yang terus-menerus kita hadapi akibat permintaan AI hanya akan makin parah tanpa campur tangan,” tulis The Kobeissi Letter .
Dampak terhadap Bitcoin Miner
Kini, persaingan listrik lebih banyak menguntungkan operasional kecerdasan buatan. Bitcoin miner, yang dulunya mengandalkan listrik murah untuk keunggulan kompetitif, mulai tergusur karena pusat data AI mengunci kontrak listrik jangka panjang.
Di Texas, permintaan listrik skala besar mencapai 226 gigawatt pada 2025. Menariknya, perusahaan AI kini menguasai sekitar 73% dari aplikasi baru, menggeser dominasi Bitcoin miner. Perusahaan listrik lebih memilih pusat data AI karena mereka membutuhkan listrik stabil tanpa henti dan bersedia membayar tarif lebih tinggi.
Kondisi ekonomi inilah yang akhirnya memaksa banyak miner besar, termasuk Galaxy Digital, CleanSpark, dan IREN, untuk beradaptasi. Pada bulan November, Bitfarms juga mengumumkan rencana mengubah fasilitas mining mereka di negara bagian Washington untuk mendukung beban kerja HPC/AI.
“Kami percaya bahwa mengubah hanya situs Washington kami menjadi GPU-as-a-Service berpotensi memberikan pendapatan operasional bersih yang lebih besar dibandingkan apa yang pernah kami hasilkan lewat Bitcoin mining, sehingga memberi Perusahaan dasar arus kas kuat yang bisa membiayai opex, G&A, layanan utang, dan ikut mendanai capex saat kami menutup bisnis Bitcoin mining pada 2026 dan 2027,” papar Ben Gagnon, Chief Executive Officer Bitfarms, .
Jadi, jika biaya listrik benar-benar turun akibat lelang listrik darurat usulan Trump, Bitcoin miner akan untung secara ekonomi. Profitabilitas mining sangat bergantung pada harga listrik.
Listrik yang lebih murah otomatis memangkas biaya operasional dan memperbaiki margin laba. Setiap penambahan kapasitas pembangkit yang mengurangi keterbatasan pasokan juga secara tidak langsung makin meringankan beban miner, terutama di wilayah dengan tekanan harga listrik tertinggi.
Dampak ini juga bisa memperlambat pergeseran ke infrastruktur berfokus AI, sehingga beberapa operasional mining dapat tetap bersaing tanpa harus beralih ke beban kerja HPC. Pada saat yang sama, usulan ini berfokus pada investasi jangka panjang pembangunan pembangkit baru. Artinya, efeknya akan terasa secara bertahap, bukan langsung instan.
Hampir US$3 Miliar dalam Opsi Bitcoin dan Ethereum Kedaluwarsa saat Pasar Uji Keyakinan Breakout
Hampir US$3 miliar dalam opsi Bitcoin dan Ethereum akan berakhir pada 16 Januari. Hal ini membuat pasar derivatif menjadi sorotan saat harga aset kripto sedang menguji kekuatan reli terbaru.
Meski Bitcoin telah menembus secara tegas di atas level resistance teknikal kunci, posisi opsi dan metrik volatilitas menunjukkan trader masih hati-hati untuk menyatakan pergerakan ini sebagai breakout bull yang terkonfirmasi.
Jatuh Tempo Options Uji Breakout Bitcoin
Berdasarkan data Deribit, nilai nosional total opsi yang kedaluwarsa hari ini sekitar US$2,84 miliar. Bitcoin mendominasi expiry tersebut, dengan kontribusi sekitar US$2,4 miliar, sementara Ethereum sebesar sekitar US$437 juta.
Opsi Bitcoin yang Kedaluwarsa | Sumber: Deribit
Ketidakseimbangan ini menunjukkan di mana saat ini perhatian dan risiko pasar terkonsentrasi.
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$95.310, jelas berada di atas level max pain sebesar US$92.000. Dalam pasar opsi, max pain berarti harga di mana kontrak paling banyak berakhir tidak bernilai, yang sering menjadi magnet harga saat expiry.
Perdagangan yang jauh di atas batas tersebut meningkatkan kemungkinan volatilitas tinggi karena posisi ditutup, digulung, atau dihedge.
Meski terjadi breakout, posisi opsi Bitcoin masih terbilang defensif. Open interest call berada di angka 11.170 kontrak, sedangkan open interest put mencapai 14.050, sehingga rasio put-to-call sebesar 1,26.
Pergeseran ini menunjukkan proteksi penurunan harga masih lebih besar daripada leverage bullish, bahkan setelah BTC keluar dari fase konsolidasi hampir dua bulan.
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: TradingView Opsi Ethereum Isyaratkan Kewaspadaan saat ETH Tetap Bergerak Sideways
Berbeda dengan itu, Ethereum masih menunjukkan tanda-tanda konsolidasi, bukan percepatan tren. ETH diperdagangkan di sekitar US$3.295, hanya sedikit di atas level max pain US$3.200.
Pada pasar opsi, kondisinya lebih seimbang, dengan 65.527 kontrak call terbuka dan 67.207 kontrak put, sehingga rasio put-to-call mendekati netral yaitu 1,03.
Opsi Ethereum yang Kedaluwarsa | Sumber: Deribit
Data ini menunjukkan pasar sudah dihedge namun masih ragu, sesuai dengan perjuangan Ethereum yang masih sulit menembus resistance di zona US$3.400 secara bersih.
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView
Sementara itu, data arus derivatif juga semakin menyoroti dominasi Bitcoin pada reli kali ini. Dalam catatan pasar 14 Januari, analis Greeks.live menyoroti perbedaan tajam aktivitas block trade antara kedua aset tersebut.
“Bitcoin berhasil menembus level resistance US$95.000, keluar dari rentang konsolidasi hampir dua bulan,” papar analis tersebut dari Greeks.live. “Ethereum mencatat persentase kenaikan yang lebih besar, namun aksi harganya tidak setangguh BTC dan masih berada dalam konsolidasi di kisaran US$3.400.”
Perbedaan itu makin jelas pada transaksi ukuran institusi. Menurut Greeks.live, block trade untuk Bitcoin mencapai US$1,7 miliar, atau lebih dari 40% dari total volume harian. Sedangkan block trade Ethereum hanya berjumlah US$130 juta, atau sekitar 20% dari volume ETH.
“Pasar jelas lebih terfokus pada momentum bullish Bitcoin,” komentar para analis tersebut.
Di sisi lain, latar belakang derivatif secara umum masih kurang meyakinkan. Greeks.live menerangkan volume futures belum meningkat signifikan seiring kenaikan harga, serta implied volatility untuk expiry utama juga belum pulih secara substansial.
“Pasar derivatif memang belum masuk ke fase bullish secara struktural,” terang analis itu, sambil menambahkan setup saat ini “lebih seperti respons reaktif atas lonjakan mendadak, dengan prospek jangka panjang yang masih belum berubah menjadi pasar bull.”
Ketika expiry opsi besar hari ini selesai, harga spot mungkin akan cenderung ke level max pain dan investor sebaiknya siap menghadapi potensi volatilitas. Meski begitu, biasanya suasana akan lebih tenang setelahnya saat trader menyesuaikan strategi di lingkungan perdagangan yang baru.
Lebih dari 60% Trader Rugi di Token NYC yang Didukung Eric Adams
Eric Adams, yang mundur dari jabatan walikota New York City dua minggu lalu, membuat gebrakan besar di dunia kripto dengan meluncurkan token miliknya sendiri, NYC.
Kurang dari 24 jam setelah peluncuran, lebih dari separuh dari 4.300 trader yang membeli token tersebut mengalami kerugian. Proyek ini dengan cepat menampilkan ciri-ciri seperti meme coin, dan analis menggambarkan kejadian ini sebagai contoh klasik dari skenario rug pull.
Kembalinya Meme Coin Politik yang Tak Terduga
Kebanyakan orang mengira bahwa 2025 telah menandai akhir dari gelombang meme coin.
Setelah serangkaian peluncuran besar yang dilakukan presiden yang sedang menjabat yang berakhir dengan kerugian ratusan ribu US$, narasi ini kehilangan dukungan besar dari trader ritel.
Meski begitu, Eric Adams sepertinya menghidupkan kembali tren ini sebelum benar-benar hilang. Pada hari Senin, mantan Walikota New York mengumumkan di media sosial peluncuran token NYC.
Adams menegaskan bahwa proyek ini dibuat untuk “melawan penyebaran antisemitisme dan anti-Amerikanisme yang terjadi dengan cepat.”
Namun, proses peluncuran ini berujung pada kerugian besar bagi sebagian besar trader. NYC dengan cepat melonjak ke kapitalisasi pasar US$600 juta sebelum anjlok di bawah US$100.000.
Melihat situasi seperti ini sudah sering terjadi, komunitas kripto pun mulai mencari keberadaan orang dalam.
Data On-Chain Memicu Dugaan Orang Dalam
Sebuah analisis lanjutan dari platform analitik blockchain Bubblemaps mengungkap bahwa wallet yang terkait dengan pembuat token menarik sekitar US$2,5 juta dalam USDC dari liquidity pool yang mendukung perdagangan, tepat saat harga NYC mencapai puncaknya.
Saat token tersebut turun 60%, pencipta NYC menambahkan kembali token senilai US$1,5 juta.
“Wallet NYC mengembalikan sebagian dana ke dalam liquidity pool dan membuat dua order beli besar (satu sebesar US$200.000 dan satu lagi sebesar US$300.000) untuk melakukan pembelian kecil setiap 60 detik. Pergerakan ini, selain mencurigakan, juga tidak diinformasikan sebelumnya dan menimbulkan banyak ketidakpercayaan,” papar analis blockchain Blockworks, Fernando Molina, kepada BeInCrypto.
Manuver tersebut juga tidak banyak membantu memperbaiki harga. Ke mana perginya sisa US$1 juta masih belum jelas.
Sementara itu, para investor hanya bisa menyembuhkan luka mereka.
Pada hari Rabu, Bubblemaps mengungkap bahwa 60% dari 4.300 trader yang berinvestasi di token tersebut kehilangan uang. Lebih dari separuhnya rugi kurang dari US$1.000, sedangkan sisanya mengalami kerugian yang lebih besar. Lima belas di antaranya rugi lebih dari US$100.000.
Saat menganalisis peluncuran ini, Molina membandingkannya dengan rug pull terkenal, seperti token LIBRA yang diluncurkan Presiden Argentina Javier Milei pada bulan Februari lalu.
“Dari perspektif teknis, ada banyak kesamaan: cara liquidity pool (pasar di mana NYC atau LIBRA bisa diperdagangkan) dibuat memiliki keunikan yang tidak umum dalam peluncuran seperti ini (liquidity pool satu sisi),” jelasnya. “Tidak ada indikasi jelas bahwa timnya sama, tapi kemiripannya sangat mencolok.”
Meski begitu, Adams segera menerima tuduhan sebagai orang dalam.
Adams Membantah Tuduhan di Tengah Sorotan
Pada hari Rabu, Todd Shapiro, juru bicara Adams, merilis pernyataan untuk menanggapi tuduhan rug pull tersebut.
“Laporan terbaru yang menuding Eric Adams memindahkan dana dari NYC Token adalah salah dan tidak didukung bukti apapun,” demikian isi pernyataan itu. “Di setiap langkah, keterlibatan beliau tidak pernah bertujuan untuk keuntungan pribadi ataupun finansial.”
Pernyataan itu menambahkan bahwa, seperti banyak token baru lainnya, proyek ini mengalami volatilitas tinggi di awal.
Namu penjelasan tersebut tidak banyak membantu mengurangi sorotan terhadap Adams, yang memang pernah aktif dalam dunia kripto secara luas.
Sebagai walikota New York City, Adams dikenal sebagai pendukung vokal aset kripto, sering kali mempromosikan Bitcoin dan teknologi blockchain. Bahkan sebelum memangku jabatan, ia sempat menyatakan akan menerima tiga gaji pertamanya sebagai walikota dalam bentuk Bitcoin.
Namun, masa jabatannya penuh kontroversi. Ada dugaan korupsi dan tingkat kepuasan publik yang sangat rendah secara historis, sehingga Adams kesulitan untuk melangkah ke periode kedua.
Sejalan dengan strategi Presiden AS Donald Trump, yang mendekati pelobi kripto menjelang kampanye pencalonan presiden berikutnya, Adams terus mencitrakan diri sebagai politisi pro-kripto. Namun cara ini gagal mengantarkannya ke jabatan untuk periode kedua.
Walau begitu, peluncuran NYC Token menandai kali pertama Adams secara pribadi memperkenalkan proyek aset kripto. Sampai sejauh ini, perjalanannya masih penuh lika-liku.
CLARITY Act Menghadapi Jalan Tidak Pasti setelah Penundaan di Senat
Komite Perbankan Senat menunda pemungutan suara terkait legislasi struktur pasar aset kripto di tengah meningkatnya penolakan dari industri.
RUU yang sudah lama dinantikan ini kembali mengalami penundaan pada Rabu malam setelah debat kebijakan yang alot. Beberapa tokoh penting industri menarik dukungan mereka untuk CLARITY Act, sehingga komite memutuskan untuk menghentikan sementara prosesnya.
Penolakan Aset Kripto Menghambat Voting
Perjalanan membawa CLARITY Act ke Senat memang penuh gejolak. RUU ini seharusnya menjalani voting oleh Komite Perbankan Senat pada hari Kamis, namun kembali harus tertunda.
Setelah draf proposal bipartisan setebal 278 halaman dirilis pada hari Senin, RUU tersebut mendapatkan banyak penolakan. Pada hari Rabu, CEO Coinbase Brian Armstrong menyampaikan bahwa perusahaan sudah tidak bisa mendukung versi RUU yang sekarang.
Armstrong berpendapat bahwa draf ini “merusak bagian kunci dari struktur pasar” dan menciptakan risiko bagi saham yang ditokenisasi, decentralized finance, stablecoin, dan pasar aset kripto terbuka.
Setelah adanya berbagai hambatan ini, banyak pihak mulai bertanya-tanya apakah CLARITY Act bahkan bisa sampai ke meja Presiden sebelum akhir tahun.
Meskipun menghadapi berbagai kendala tersebut, Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, tetap optimistis dengan peluang pengesahan RUU ini.
“Saya sudah berbicara dengan para pemimpin di industri kripto, sektor keuangan, serta rekan-rekan Demokrat dan Republik saya. Semua pihak masih tetap bernegosiasi dengan itikad baik,” ujar Scott dalam sebuah unggahan di media sosial.
Hingga saat ini, Coinbase menjadi satu-satunya pemain utama industri kripto yang secara terbuka menolak versi terbaru RUU ini. Meski begitu, RUU ini tetap menghadapi banyak gesekan di industri.
Gesekan Politik Ancam Timeline RUU Kripto
Walaupun mendapat banyak penolakan, legislasi struktur pasar aset kripto ini masih mendapatkan dukungan dari beberapa pemangku kepentingan utama di industri.
Menurut jurnalis Eleanor Terrett, beberapa perusahaan seperti Circle, Ripple, Kraken, dan a16z tetap mendukung proposal ini. Organisasi nirlaba seperti The Digital Chamber dan Coin Center juga memberikan dukungan.
Meskipun demikian, legislasi ini masih menghadapi banyak tantangan ke depan.
Kekecewaan di industri semakin meningkat karena amandemen terbaru dinilai terlalu menguntungkan bank dan lembaga keuangan tradisional, terutama terkait imbal hasil stablecoin dan tokenisasi.
Di saat yang sama, sejumlah Demokrat menyampaikan keberatan atas tidaknya ada ketentuan etika untuk pejabat pemerintah senior, termasuk Presiden. Sumber yang mengetahui diskusi ini menyatakan bahwa Demokrat juga ingin menutup celah yang berkaitan dengan tokenisasi dan keamanan nasional.
Walau ekspektasi awal memperkirakan RUU ini bisa disahkan pada Maret, sengketa politik dan industri yang berlangsung saat ini sepertinya bisa menyebabkan penundaan yang cukup lama terhadap jadwal itu.
Lebih dari 200 Juta XRP Telah Terjual Tahun Ini, namun Reli Harga Masih Berlanjut
XRP mengalami volatilitas tinggi selama beberapa hari terakhir, yang mencerminkan persaingan antara tekanan jual dan akumulasi jangka panjang.
Pergerakan harga masih terkendali, tapi pemulihan tetap belum pasti karena investor bereaksi berbeda terhadap perubahan kondisi pasar. Meskipun menghadapi tantangan ini, XRP masih mampu mempertahankan tren naik secara keseluruhan sejak awal 2026.
Holder XRP Menunjukkan Sentimen Campuran
Tekanan jual menjadi hambatan utama bagi XRP bulan ini. Data saldo exchange menunjukkan bahwa kepemilikan XRP di platform terpusat bertambah sekitar 206 juta token sejak Januari dimulai. Total saldo exchange kini mendekati 1,66 miliar XRP, menandakan distribusi yang berkelanjutan.
Pada harga saat ini, pergerakan ini merepresentasikan sekitar US$430 juta nilai XRP yang siap dijual dalam waktu kurang dari dua minggu. Arus masuk konsisten ke exchange seperti ini biasanya menandakan kepercayaan pelaku jangka pendek yang mulai menurun. Kalau pola ini terus berlanjut, harga bisa tertekan karena pasokan jangka pendek ikut naik.
Ingin dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Saldo XRP di Exchange | Sumber: Glassnode
Pola ini menunjukkan bahwa banyak investor memilih untuk mengurangi risiko daripada jadi holder di tengah ketidakpastian. Saldo di exchange yang tinggi biasanya terjadi saat pelaku pasar ambil untung atau bertahan dalam posisi defensif. Untuk XRP, tekanan jual ini sejauh ini membatasi laju kenaikan, walaupun harga tidak mengalami penurunan lebih dalam.
Meski aksi jual jangka pendek masih terlihat, data jangka panjang justru memberi gambaran yang lebih seimbang. HODLer Net Position Change menunjukkan bar hijau yang makin besar sejak awal Januari. Hal ini menandakan bahwa holder jangka panjang lebih memilih mengakumulasi atau menahan daripada melepas kepemilikannya.
Perubahan perilaku pada wallet lama ini membantu menyerap sebagian tekanan jual. Holder jangka panjang sering jadi penyeimbang saat volatilitas meningkat, sehingga risiko penurunan harga tetap terbatas. Keyakinan mereka juga meningkat sejak awal 2026, sehingga efek arus masuk ke exchange jadi berkurang.
Perubahan Posisi HODLer XRP | Sumber: Glassnode Tren Naik Harga XRP Terus Berlanjut
XRP diperdagangkan di kisaran US$2,11 pada waktu publikasi, bertahan di atas support penting US$2,10. Pergerakan harga tetap menjaga pola naik sejak awal bulan. Mempertahankan level ini sangat penting untuk menjaga tren saat ini.
Sinyal yang beragam menunjukkan XRP masih bisa membentuk higher lows dalam jangka waktu ke depan. Namun, kalau tekanan jual makin kuat, token ini kemungkinan masuk ke fase konsolidasi. Jika itu terjadi, pergerakan harga cenderung akan berada di kisaran antara support US$2,10 dan resistance US$2,20.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView
Skenario bullish yang lebih kuat sangat bergantung pada berkurangnya aksi jual. Kalau arus masuk ke exchange melambat dan permintaan membaik, XRP bisa reli dari US$2,10 dan merebut kembali US$2,20. Jika breakout terjadi, harga punya peluang menuju US$2,31. Untuk memulihkan penurunan sejak November 2025 di dekat US$2,50 masih mungkin dicapai, walaupun butuh kesabaran dan akumulasi secara terus-menerus.
Polygon Nampaknya PHK Hampir 30% Karyawan dalam Pemutusan Hubungan Kerja Massal
Polygon telah melakukan putaran besar pemutusan hubungan kerja (PHK) internal, menurut beberapa sumber yang mengetahui hal ini. Sumber industri memberi tahu BeInCrypto bahwa sekitar 30% karyawan diberhentikan minggu ini, meskipun perusahaan belum memberikan pengumuman publik.
Di sisi lain, laporan soal PHK ini mulai beredar di media sosial, sejumlah karyawan Polygon dan tokoh ekosistem membagikan kabar keluar mendadak dan perubahan tim. Polygon Labs sendiri belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Perubahan Strategis Besar untuk Polygon?
Ini bukan kali pertama jaringan layer-2 ini melakukan PHK massal. Pada tahun 2024 lalu, perusahaan juga merumahkan hampir 20% dari tenaga kerjanya.
Waktu terjadinya PHK ini sejalan dengan restrukturisasi besar yang sudah diisyaratkan Polygon dalam beberapa minggu terakhir. Awal bulan ini, Polygon Labs mengatakan sedang mengadaptasi timnya untuk strategi baru yang mengutamakan pembayaran, setelah melakukan pergeseran besar dari narasi scaling dan decentralized finance (DeFi) murni.
Pergeseran ini terjadi setelah aksi akuisisi Polygon yang nilainya lebih dari US$250 juta, termasuk pembelian Coinme, penyedia ramp fiat-ke-crypto yang diregulasi AS, serta Sequence, penyedia wallet dan infrastruktur pembayaran lintas chain.
Seluruh aset tersebut kini menjadi fondasi yang Polygon sebut sebagai Open Money Stack, yaitu sistem terintegrasi vertikal untuk pembayaran stablecoin yang diregulasi dan pengelolaan uang di dalam chain.
Grafik Harga POL Dalam Sebulan Terakhir | Sumber: CoinGecko
Di saat yang sama, Polygon tetap melanjutkan update jaringan. Upgrade Madhugiri baru-baru ini meningkatkan throughput dan mempersiapkan chain untuk volume transaksi yang lebih besar.
Perubahan-perubahan ini juga berdampak di pasar. Token POL, native token Polygon, mengalami reli tajam selama beberapa minggu terakhir.
Tapi, secara internal, transisi ini nampaknya menimbulkan biaya besar.
Untuk saat ini, Polygon belum mengonfirmasi kabar PHK tersebut. Meski begitu, gelombang kepergian karyawan kini sudah terlihat di berbagai platform sosial.
Bisakah DASH Bergerak Menuju US$100 atau Tekanan Jual Akan Menghambatnya Terlebih Dahulu?
Dash mencatat salah satu reli terkuat dalam beberapa bulan terakhir, melesat dari US$37 menjadi hampir US$80 dalam waktu singkat. Pergerakan ini mencerminkan minat baru terhadap aset kripto berfokus privasi dan perkembangan terbaru ekosistemnya.
Meskipun momentumnya terlihat kuat, beberapa indikator baru menunjukkan reli ini bisa saja memasuki fase yang rentan.
Dash Ditakdirkan untuk Mengalami Reversal
Indikator momentum memberikan sinyal untuk waspada. Money Flow Index Dash berada kokoh di area overbought, menunjukkan tekanan beli yang mungkin sudah berlebihan. MFI menilai harga dan volume secara bersamaan, dan pembacaan ekstrem seringkali terjadi sebelum terjadi koreksi jangka pendek. Kondisi ini mengisyaratkan permintaan mulai mendekati titik jenuh.
Situasi serupa muncul pada November 2025 setelah reli tajam Dash. Pada saat itu, kondisi overbought diikuti koreksi cepat karena trader mengamankan cuan. Memang, sejarah tidak selalu terulang, tapi hal ini menyoroti risiko penurunan yang meningkat saat antusiasme terlalu cepat melonjak.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
DASH MFI | Sumber: TradingView
Pembacaan overbought juga menggambarkan spekulasi yang semakin tinggi. Jika laju kenaikan harga melebihi permintaan yang benar-benar kuat, biasanya koreksi akan mengikuti. Untuk Dash, sentimen memang masih optimistis, namun sinyal teknikal menyarankan untuk tetap waspada.
Dash Sudah Mencatat Arus Keluar
Tren arus modal secara umum ikut menambah sentimen hati-hati. Indikator Chaikin Money Flow membentuk divergensi bearish terhadap harga. Meskipun Dash terus mencatatkan higher high, CMF gagal mengkonfirmasi pergerakan itu dengan arus masuk yang lebih kuat, justru membentuk higher low.
Divergensi ini mengisyaratkan bahwa dukungan modal yang mendasari mulai melemah. Dana mulai keluar dari aset meski harga masih naik, pola yang sering terjadi karena hype, bukan akumulasi yang berkelanjutan. Kondisi seperti ini biasanya cepat berbalik begitu momentum mulai menurun.
DASH CMF | Sumber: TradingView
Jika harga bergerak naik tanpa didukung arus masuk yang seimbang, reli makin rapuh. Untuk Dash, ketidakseimbangan ini meningkatkan kemungkinan masuk ke fase koreksi saat minat spekulatif mereda. Tanpa komitmen modal baru, kelanjutan kenaikan harga akan makin sulit terwujud.
Harga DASH Mungkin Menghadapi Beberapa Kesulitan
Pada waktu publikasi, Dash diperdagangkan di kisaran US$79, naik 114% dalam 72 jam terakhir. Reli ini didukung oleh berita positif, termasuk integrasinya dengan Alchemy Pay. tapi, katalis sering kali kehilangan efeknya setelah masuk ke harga.
Melihat indikator saat ini, Dash mungkin akan kesulitan menembus US$100 dalam waktu dekat. Koreksi di bawah support US$71 kemungkinan besar terjadi jika tekanan jual meningkat. Dalam skenario tersebut, harga bisa saja terkoreksi ke US$63 atau bahkan US$59, sehingga sebagian kenaikan harga baru-baru ini terhapus.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView
Skenario bullish memang masih mungkin terjadi, namun membutuhkan volume yang konsisten. Jika pembeli tetap mendominasi dan Dash berhasil menembus US$82, momentum bisa membawa harga makin tinggi. Breakout tegas di atas level tersebut akan membuka peluang ke US$100, membatalkan prediksi bearish dan menandakan kekuatan baru.
Raksasa Ethereum BitMine Dukung MrBeast dengan US$200 Juta, Tapi Mengapa? | Berita Kripto AS
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan utama untuk perkembangan terpenting di dunia kripto hari ini.
Siapkan kopi Anda, karena Ethereum, modal kripto, dan salah satu kreator terbesar dunia bertemu dalam sebuah kesepakatan yang sedang ramai dibicarakan banyak orang.
Berita Kripto Hari Ini: BitMine Milik Tom Lee Dukung MrBeast
Bintang YouTube Jimmy Donaldson, yang lebih dikenal sebagai MrBeast, mungkin pernah mengaku bahwa dia punya “uang negatif,” tapi perusahaannya, Beast Industries, baru saja mendapat suntikan dana besar.
Pada pengumuman hari Kamis, BitMine Immersion Technologies mengumumkan investasi ekuitas senilai US$200 juta.
Kesepakatan ini diumumkan dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan BitMine di Wynn Las Vegas. Perusahaan ini memposisikan diri sebagai pemimpin global dalam likuiditas Ethereum, dengan target mengakuisisi 5% ETH. Data dari StrategicETHreserve.xyz menunjukkan BitMine sudah memegang 3,36% pasokan ETH.
Meskipun investasinya berupa ekuitas setara USD, kas Ethereum milik BitMine menjadi sumber modal utama, sehingga kesepakatan ini sangat relevan dengan kripto.
Mereka pun semakin sering menginvestasikan modal ke proyek-proyek besar di luar proyek blockchain tradisional.
“MrBeast dan Beast Industries, menurut kami, adalah kreator konten terdepan di generasi kita, dengan jangkauan dan keterlibatan yang tak tertandingi oleh GenZ, GenAlpha, maupun Millennial,” baca kutipan dalam pengumuman itu, mengutip Tom Lee, Chairman BitMine.
Lee juga menegaskan Beast Industries sebagai platform pembuat konten terbesar dan paling inovatif di dunia, sambil menyoroti bahwa nilai-nilai perusahaan mereka sangat sejalan satu sama lain.”
Beast Industries, yang bernilai US$5 miliar, beroperasi di berbagai bidang. Tapi, meskipun valuasinya fantastis, Donaldson sebelumnya mengakui likuiditas pribadinya sangat terbatas.
Integrasi BitMine dan DeFi: Era Baru untuk Creator Finance
Investasi senilai US$200 juta ini bukan sekadar berita selebritas, melainkan juga menunjukkan tren baru di mana likuiditas Ethereum mengalir ke ekonomi kreator.
CEO Jeff Housenbold menyoroti bahwa kesepakatan ini membuktikan jalur pertumbuhan Beast Industries sekaligus membuka peluang inovasi ke depan, khususnya di dunia DeFi.
“Kami sangat senang menyambut Tom Lee dan BitMine sebagai investor terbaru Beast Industries, bergabung bersama para investor ventura papan atas kami saat ini… Kami menantikan peluang kolaborasi ke depan, termasuk mengintegrasikan DeFi dalam platform layanan keuangan kami berikutnya,” ujar Housenbold.
Kesepakatan ini ditargetkan rampung pada atau sekitar 19 Januari 2026, memberikan Beast Industries waktu tambahan untuk berkembang.
Pengumuman ini memberikan gambaran singkat tentang potensi ekonomi kreator berbasis token, di mana modal berbacking Ethereum mendukung model kepemilikan penggemar secara fraksional.
Dengan keterlibatan BitMine, kesepakatan ini bisa jadi contoh untuk menjembatani kerajaan konten Web2 dan keuangan berbasis DeFi. Hal ini pun memperlihatkan bahwa likuiditas Ethereum mulai menjangkau jauh melampaui proyek blockchain tradisional.
Sementara itu, Beast Industries sebelumnya pernah membahas kemungkinan melakukan IPO demi memberi kesempatan para penggemar untuk bisa menjadi pemilik.
Chart of the Day
Kepemilikan ETH BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz Alpha Sekilas
Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang bisa Anda pantau hari ini:
Listing Robinhood picu reli Lighter: Harga LIT pulih setelah koreksi 15%.
Aktivitas staking Ethereum mencetak banyak rekor baru — Apakah harga ETH siap breakout?
Dash menyalip Monero dengan kenaikan mingguan 100% di reli privacy coin.
Aplikasi Base berfokus ke trading, namun bagaimana nasib mini app dan creator coin?
Empat tanda bahaya yang membuat crash token NYC mirip rug pull
Mengapa 86% kegagalan token kripto terjadi selama tahun 2025.
Senat dan pemain besar kripto memberi sinyal CLARITY Act masih hidup meski Coinbase menentang.
Harga ETH Breakout, Holder Bertambah 447 Ribu Hanya Dalam Waktu 24 Jam
Harga Ethereum Memasuki Fase Penting Setelah Breakout dari Pola Bullish yang Menahan Pergerakan Harga Hampir Dua Bulan. ETH Bergerak Kuat Melewati Zona Resistance Utama, Mengonfirmasi Momentum Bullish yang Terbarukan.
Breakout teknikal ini terjadi bersamaan dengan lonjakan partisipasi jaringan yang bersejarah, menandai momen penting dalam narasi pemulihan Ethereum.
Ethereum Breakout Rekor 7 Tahun
Ethereum mencatat rekor 447.000 investor baru yang masuk hanya dalam periode 24 jam. Alamat baru ini mewakili wallet yang berinteraksi dengan ETH untuk pertama kalinya. Pencapaian ini mencerminkan percepatan tajam dari tren sebelumnya, di mana jumlah alamat baru harian sudah melebihi 300.000 selama pekan terakhir.
Pertumbuhan peserta baru yang terus meningkat sepanjang bulan terakhir menunjukkan permintaan organik yang semakin luas. Lebih dari 300.000 alamat baru bertransaksi setiap hari, dan lonjakan terkini ini memecahkan rekor tujuh tahun sebanyak 351.000. Masuknya peserta baru ini biasanya selaras dengan struktur harga yang membaik, menguatkan breakout Ethereum dan mendukung pemulihan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Litecoin (LTC): Retail Nyerah, Tapi Whale Aktif Siapkan Posisi
Alamat Baru Ethereum | Sumber: Glassnode
Pertumbuhan alamat yang meningkat juga menandakan adopsi yang semakin luas di luar aktivitas trading spekulatif. Partisipasi yang makin besar memperkuat utilitas jaringan, yang secara historis membantu menjaga stabilitas harga saat reli berlangsung. Dengan semakin banyak modal segar yang masuk ke ekosistem, Ethereum menjadi lebih tangguh terhadap volatilitas jangka pendek.
Mengapa Holder ETH Muda Nampaknya Tidak Akan Menjual?
Dari perspektif makro, metrik Short-Term Holder Net Unrealized Profit and Loss mulai bergerak naik. Indikator ini memantau profitabilitas pembeli baru-baru ini dan memberikan gambaran tentang tekanan penjualan. Meskipun STH NUPL meningkat, posisi metrik ini masih kuat berada di zona kapitulasi.
Posisi ini cukup konstruktif untuk kelanjutan harga. Rata-rata holder Ethereum jangka pendek masih dalam posisi merugi, sehingga belum banyak insentif untuk menjual saat harga naik. Selama tekanan jual belum besar, sebagian besar STH kemungkinan tetap mempertahankan posisi dan distribusi token pun terbatas pada awal reli.
NUPL Ethereum | Sumber: Glassnode
Secara historis, reli Ethereum dapat berkembang ketika STH NUPL masih negatif namun membaik. Setelah metrik ini keluar dari zona kapitulasi dan menjadi positif, tekanan jual biasanya meningkat. Sampai hal itu terjadi, ETH masih memiliki peluang naik tanpa tekanan ambil untung yang signifikan.
Harga Ethereum Breakout
Pada waktu publikasi, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$3.317, masih bertahan di atas level support US$3.287. Zona ini menandai batas atas pola segitiga yang sudah ditembus ETH dalam 24 jam terakhir. Breakout ini memproyeksikan potensi kenaikan 29,4%, dengan target sekitar US$4.240.
Fundamental yang semakin kuat mendukung proyeksi ini. Pertumbuhan alamat baru yang signifikan dan tekanan jual yang terbatas mengindikasikan bahwa modal segar mendorong momentum. Jika ETH terus bergerak di atas US$3.441, breakout akan semakin terkonfirmasi. Ketika ETH menembus level itu, harga berpotensi menuju US$3.607, mengonfirmasi kelanjutan tren dan meningkatkan kepercayaan jangka menengah.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView
Namun, risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar tiba-tiba berubah. Jika holder jangka pendek buru-buru menjual untuk menutup kerugian, Ethereum bisa kembali turun di bawah US$3.287. Kembalinya harga ke dalam pola segitiga akan melemahkan struktur bullish. Jika itu terjadi, ETH dapat koreksi ke kisaran US$3.131 atau US$3.000 sehingga membatalkan proyeksi breakout.
Bagaimana pendapat Anda tentang proyeksi breakout Ethereum di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Litecoin (LTC): Retail Nyerah, Tapi Whale Aktif Siapkan Posisi
Holder Litecoin (LTC) masih belum melihat keuntungan di tahun 2026, karena harganya masih terbebani oleh aksi jual besar pada Oktober tahun lalu. Tapi, jika melihat gambaran trading secara luas, Litecoin menunjukan beberapa tanda yang mengindikasikan potensi pembalikan arah.
Sinyal positif yang mendukung teori pembalikan arah ini meliputi aktivitas trading whale yang konsisten serta minat baru terhadap Litecoin.
Dominasi Whale dan Akumulasi Strategis Sejak Kuartal 4 2024
Data dari Coinglass menunjukkan bahwa Whale vs. Retail Delta LTC sebagian besar tetap positif mulai dari kuartal 4 tahun 2024 hingga sekarang.
Whale vs. Retail Delta mengukur perbedaan aktivitas trading antara whale dan investor ritel. Jika indikator ini berada di atas nol dan cukup tinggi dibandingkan level historisnya, berarti partisipasi whale sangat kuat.
Perilaku ini bisa menjadi sinyal akumulasi posisi pada harga rendah. Indikator ini juga bisa memperingatkan tekanan jual besar jika harga mulai naik.
Untuk Litecoin, grafik menunjukan dua fase berbeda yang diberi penanda merah dan hijau.
Sebelum kuartal 4 tahun 2024, delta tetap negatif. Trader ritel mendominasi aktivitas pada periode ini, sementara harga LTC umumnya berada di bawah US$100. Setelah kuartal 4 tahun 2024, whale mulai menguasai aktivitas trading. Delta pun berubah positif, meski harga LTC masih bergerak sideways dalam rentang multi-tahun.
Pola ini menunjukkan bahwa investor ritel sepertinya sudah menyerah, sementara whale justru aktif mempersiapkan posisi.
Lonjakan Aktivitas Jaringan dan Potensi Pemulihan Pasar Derivatif
Data jangka pendek dari Santiment, platform analitik on-chain, menunjukkan lonjakan aktivitas jaringan Litecoin. Transaksi whale mencapai level tertinggi dalam lima minggu terakhir.
“Secara historis, sebuah aset punya peluang pembalikan arah yang jauh lebih tinggi ketika terjadi lonjakan aktivitas whale,” papar Santiment melalui laporan.
Transaksi Whale Litecoin vs. Harga | Sumber: Santiment.
Data ini semakin memperkuat peluang bahwa LTC bisa pulih atau membalik arah kapan saja, meskipun harganya masih bisa turun lebih dalam lagi.
Data pasar derivatif memberikan lapisan tambahan. Open Interest LTC baru-baru ini melonjak. Di sisi negatif, open interest yang tinggi meningkatkan risiko likuidasi ketika trader memakai leverage besar.
Total Open Interest Litecoin dalam USD | Sumber: Santiment.
Di sisi positif, ini menandakan semakin banyak trader yang menambah eksposur ke Litecoin di banding sebelumnya. Pergeseran ini bisa menunjukan minat ritel pada LTC mulai kembali.
Kesimpulannya, kombinasi aktivitas whale jangka panjang dan jangka pendek, di tambah adanya dorongan baru di pasar derivatif, bisa mengindikasikan potensi pemulihan untuk LTC.
Tapi, kenaikan harga sepertinya tidak akan mudah atau cepat terjadi, karena harga LTC masih sekitar 46% di bawah puncak tahun lalu.
Bagaimana pendapat Anda tentang potensi pembalikan harga Litecoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Robinhood Listing Picu Reli Ringan: Token Pulih setelah Turun 15%
Robinhood telah melakukan listing token LIT milik Lighter DEX, meski altcoin ini sempat mengalami dump 15% pada hari Kamis. Listing ini memberikan dorongan pemulihan untuk token DEX tersebut, yang kini diperdagangkan di harga US$2,11.
Langkah ini terjadi hanya beberapa jam setelah Lighter mengumumkan peluncuran staking LIT yang sudah lama dinantikan, lengkap dengan detail tentang bagaimana para holder kini bisa mendapatkan reward serta mengakses fitur tambahan di platform tersebut.
Meme coin NYC milik mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, menuai kritik tajam dari komunitas aset kripto setelah anjlok lebih dari 80%, sehingga kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.
Baik Adams maupun tim proyeknya membantah melakukan kesalahan, tapi pergerakan likuiditas yang tidak lazim menimbulkan kekhawatiran, sehingga beberapa analis menilai token ini berpotensi sebagai rug pull. Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, seorang analis dari Nansen menjabarkan 4 alasan mengapa token NYC nampaknya masuk ke dalam kategori “rug pull” secara lebih luas.
Sekitar 60% Trader Alami Kerugian setelah NYC Token Mengalami Koreksi Besar
Awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Adams memperkenalkan token tersebut di Times Square. Nilainya sempat melonjak tak lama setelah peluncuran, namun reli itu tidak bertahan lama.
“MANTAN WALIKOTA NYC BARU SAJA MELAKUKAN RUGPULL. Koin itu langsung menyentuh kapitalisasi pasar US$500 juta sebelum Eric menarik likuiditas dari koin tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan besar hingga 80% dan token itu jatuh di bawah US$100 juta,” posting Ash Crypto .
Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto Incaran Institusi, Apa Saja?
Analis di blockchain menemukan perilaku likuiditas yang aneh. Rune Crypto menuduh Adams telah menarik US$3,4 juta dari liquidity pool token ini. Bubblemaps juga mengidentifikasi aktivitas likuiditas yang mencurigakan.
Dalam sebuah posting terpisah, Bubblemaps menyoroti dampak negatif dari token NYC. Sekitar 4.300 trader berinteraksi dengan token NYC, di mana kira-kira 60% mencatatkan kerugian.
2.300 trader kehilangan kurang dari US$1.000.
200 trader mengalami kerugian antara US$1.000 sampai US$10.000.
40 trader kehilangan antara US$10.000 hingga US$100.000.
15 trader mengalami kerugian lebih dari US$100.000.
Apakah NYC Token Kena Rug Pull?
Nicolai Sondergaard, Research Analyst di Nansen, menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa alasan token NYC bisa di kelompokkan bersama rug pull lainnya adalah karena cara mereka menarik likuiditas. Analis ini menguraikan 4 alasan utama:
Tim tidak membuat pengumuman sebelumnya terkait rencana “rebalance” likuiditas.
Sejumlah besar likuiditas di tarik dalam waktu yang sangat singkat, bukan secara bertahap.
Likuiditas yang di tarik tidak sepenuhnya di kembalikan ke pool.
Likuiditas baru di tarik setelah token mencapai level tinggi.
“Kalau ini memang langkah yang sah, saya pasti mengharapkan perubahan kecil serta ada pemberitahuan sebelumnya kalau akan ada pergeseran. Hal seperti ini sepertinya tidak akan berdampak negatif pada token,” komentar Sondergaard.
Ia menerangkan bahwa penarikan likuiditas, bahkan jika hanya sebagian, secara signifikan meningkatkan dampak dari satu order jual. Order jual yang biasanya tidak akan banyak mempengaruhi harga saat kondisi likuiditas normal, kini bisa menggerakkan pasar jauh lebih besar, seringkali memicu kepanikan, gelombang aksi jual, dan bahkan memaksa trader dengan limit order keluar dari posisinya.
“Apa yang mereka lakukan pada dasarnya menjebak para trader, sehingga banyak yang terpaksa menjual dengan kerugian di kondisi likuiditas rendah. Menambahkan likuiditas kembali pun tidak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Demikian pula dengan memasang order DCA, itu hanya solusi tambal sulam,” ujar analis tersebut.
Sondergaard menekankan bahwa, dari sisi integritas pasar, komunikasi yang jelas dan transparan mengenai likuiditas sangat penting. Mengapa? Karena trader tidak dapat menilai risiko secara akurat jika likuiditas bisa menghilang tanpa peringatan apapun.
Dia menyebut bahwa kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan di ekosistem secara luas. Analis ini menambahkan bahwa standar transparansi yang lebih baik, di tambah pengawasan berbasis data, akan membantu membedakan proyek-proyek yang sah dari pihak-pihak yang beritikad buruk. Sondergaard menyarankan,
“Akan lebih bijak kalau investor selalu berhati-hati ketika trading meme coin. Selalu nilai distribusi holder, apakah volume beli jauh lebih besar dari volume jual, apakah likuiditas yang masuk satu sisi saja (misal hanya token, atau usdc juga dimasukkan)?” terang analis tersebut.
Adams Bantah Tuduhan Rug Pull
Di tengah kritikan ini, juru bicara mantan wali kota, Todd Shapiro, membagikan pernyataan yang membantah tudingan tersebut. Ia menolak laporan yang menyebut Adams memindahkan dana investor atau mengambil keuntungan dari peluncuran token NYC, seraya menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti.
Juru bicara itu menuturkan bahwa NYC Token mengalami volatilitas harga yang memang umum terjadi pada aset digital yang baru diluncurkan. Ia mengulangi komitmen Adams terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi yang bertanggung jawab.
Sebelumnya, tim NYC Token menyatakan bahwa pergerakan likuiditas tersebut terjadi karena proses rebalancing setelah adanya permintaan yang sangat tinggi saat peluncuran.
Bagaimana pendapat Anda tentang token kripto NYC di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Mengapa 86% dari Semua Kegagalan Token Kripto Terjadi di 2025
Pada tahun 2025, pasar aset kripto mengalami gelombang besar proyek yang kolaps, dengan lebih dari 11,6 juta token gagal hanya dalam satu tahun, menurut data terbaru dari CoinGecko.
Angka ini mewakili 86,3% dari semua kegagalan aset kripto yang tercatat sejak tahun 2021, sehingga tahun 2025 menjadi tahun paling merusak sepanjang sejarah industri untuk kelangsungan hidup sebuah token.
Pembuatan Token Meledak—Tingkat Bertahan Turun, Laporan CoinGecko Menunjukkan
Temuan CoinGecko menyoroti adanya kerusakan struktural di dalam ekonomi token, yang dipicu oleh ledakan penciptaan proyek baru, membludaknya meme coin, dan gejolak pasar yang makin tinggi.
Saat ini, 53,2% dari seluruh aset kripto yang dipantau di GeckoTerminal sudah tidak aktif. Sebagian besar kegagalan ini terjadi dalam dua tahun terakhir.
53,2% Aset Kripto Sudah Mati Sejak 2021 | Sumber: CoinGecko
Antara tahun 2021 hingga 2025, jumlah proyek aset kripto yang terdaftar melonjak dari 428.383 menjadi hampir 20,2 juta. Walaupun pertumbuhan cepat ini mencerminkan akses yang makin mudah terhadap alat penciptaan token, pasar pun mengalami kejenuhan parah.
Data kegagalan tahunan menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi. Pada 2021, hanya 2.584 token yang gagal. Angka ini melonjak menjadi 213.075 pada 2022 dan 245.049 di 2023.
Kondisi makin memburuk di 2024, dengan 1.382.010 token yang kolaps. Tapi tahun 2025 jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya, dengan 11.564.909 token yang gagal.
Secara total, tahun 2024 dan 2025 menyumbang lebih dari 96% seluruh kegagalan token kripto sejak 2021, yang menunjukkan kondisi pasar belakangan ini benar-benar mengubah ketahanan suatu token.
Metodologi CoinGecko hanya memfokuskan pada aset kripto yang setidaknya pernah mencatat satu kali perdagangan dan sudah terdaftar di GeckoTerminal sebelum akhirnya menjadi tidak aktif.
Token dengan nol aktivitas perdagangan tidak dihitung, sedangkan hanya token Pump.fun yang lulus yang dilibatkan, sehingga memperkuat kredibilitas data tersebut.
Q4 2025 Menjadi Titik Balik di Tengah Saturasi Meme Coin dan Masalah “Crime Szn”
Gelombang kolaps makin cepat di bulan-bulan terakhir tahun tersebut. Pada kuartal 4 tahun 2025 saja, ada 7,7 juta token gagal—ini mencakup 34,9% dari seluruh kegagalan yang tercatat selama lima tahun ini.
Peningkatan ini terjadi berbarengan dengan cascading likuidasi pada 10 Oktober, saat posisi leverage senilai US$19 miliar terhapus hanya dalam 24 jam, menandai peristiwa deleveraging terbesar yang pernah terjadi dalam industri kripto.
Kejadian ini membuka celah kelemahan pada token yang likuiditasnya tipis, di mana banyak di antaranya:
Tidak memiliki likuiditas yang memadai atau
Pihak pelaku pasar yang berkomitmen untuk bertahan menghadapi volatilitas ekstrem.
CoinGecko menuturkan bahwa penurunan tingkat kelangsungan hidup sangat terlihat di sektor meme coin, yang berkembang sangat pesat selama setahun terakhir.
Meningkatnya peluncuran launchpad yang mudah dipakai punya peran sentral dalam gelombang kegagalan ini. Platform seperti Pump.fun menurunkan hambatan teknis secara signifikan, sehingga hampir siapa pun bisa meluncurkan token dalam hitungan menit.
Meskipun langkah ini mendemokratisasi eksperimen token, pasar pun kebanjiran proyek asal-asalan yang tidak punya prospek jangka panjang.
Eksekutif DWF Labs, Andrei Grachev, menggambarkan situasi ini seperti musim kejahatan, sambil menunjukkan tekanan sistemik yang dihadapi baik founder maupun investor.
Pernyataannya mencerminkan tren konsolidasi yang semakin kuat di pasar kripto saat ini, di mana modal makin banyak mengalir ke Bitcoin, aset mapan, dan perdagangan spekulatif jangka pendek. Hal ini membuat proyek baru makin sulit untuk menarik likuiditas berkelanjutan.
Penumpukan kegagalan di 2025 pun semakin memperkuat kekhawatiran terhadap kesehatan praktik penciptaan token dalam jangka panjang.
Walau inovasi tetap jadi fondasi utama pasar aset kripto, data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap proyek baru benar-benar sudah terlalu terbebani.
Saat jutaan token menghilang, kepercayaan investor ritel pun terus menurun. Hal ini menyebabkan likuiditas berkurang dan persyaratan untuk peluncuran baru jadi makin tinggi.
Mengapa Siklus Kegagalan Token Mungkin Berlanjut hingga 2026
Di sisi lain, faktor-faktor yang mendorong kolapsnya pasar kripto di tahun 2025 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berbalik arah. Penciptaan token tetap mudah, likuiditas ritel terpecah-pecah, dan fokus pasar masih tertuju ke Bitcoin, aset blue-chip, serta perdagangan spekulatif jangka pendek.
Data CoinGecko memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasokan token jauh lebih cepat ketimbang kemampuan pasar untuk menyerapnya. Dengan hampir 20,2 juta proyek terdaftar di akhir 2025, bahkan jika peluncuran lewat launchpad terus berjalan wajar saja, risiko kegagalan akan terus naik di 2026—terutama jika permintaan dan likuiditas tidak kembali menguat.
Peristiwa tekanan pasar juga tetap menjadi kelemahan utama. Pada 10 Oktober terjadi likuidasi besar-besaran, yang menghapuskan US$19 miliar posisi leverage hanya dalam 24 jam, dan itu menunjukkan betapa cepatnya guncangan sistemik bisa menyebar ke aset yang volume perdagangannya tipis.
Token yang tidak memiliki likuiditas dalam atau basis pengguna yang loyal terkena dampak paling besar, sehingga volatilitas serupa bisa memicu lebih banyak kegagalan massal.
Managing partner DWF Labs, Andrei Grachev, memperingatkan bahwa kondisi pasar saat ini secara struktural memang tidak ramah bagi proyek baru, sambil menggambarkan “perang likuiditas” yang terus berlangsung di seluruh pasar aset kripto.
ketika modal ritel makin menipis dan persaingan semakin ketat, token-token baru menghadapi hambatan yang semakin besar untuk bertahan. Tanpa perubahan pada insentif peluncuran, standar pengungkapan, atau edukasi investor, pasar berisiko mengulangi siklus yang sama: penerbitan yang cepat, spekulasi sesaat, lalu akhirnya kolaps.
Walaupun para pelaku industri berpendapat bahwa pembersihan ini pada akhirnya bisa memperkuat aset kripto dengan mengeliminasi proyek-proyek lemah, data menunjukkan penyesuaian ini masih jauh dari selesai.
Jika penciptaan token terus lebih cepat daripada pertumbuhan likuiditas, pada 2026 mungkin ada lebih sedikit peluncuran, tapi bukan berarti jumlah kegagalan juga akan berkurang.
Tahun 2026 menjadi titik balik bagi industri kripto global. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa raksasa keuangan dunia tidak lagi melihat aset digital sebagai eksperimen spekulatif, melainkan sebagai komponen inti dalam portofolio mereka. Arus modal kini mengalir deras ke tiga aset utama.
Pergeseran ini menandai berakhirnya era spekulasi liar, berganti dengan strategi berbasis fundamental yang dipandu oleh para pemimpin pemikiran finansial dunia. Berikut adalah alasan mengapa ‘Smart Money’ kini berlabuh pada tiga pilar digital tersebut.
Standar Baru Aset Cadangan Korporasi
Bitcoin kini telah mengukuhkan posisinya sebagai “emas digital” yang wajib di miliki oleh institusi melalui instrumen ETF. Strategi ini di pertegas oleh Michael Saylor, Chairman MicroStrategy, yang melalui akun X miliknya Saylor menyatakan:
“Bitcoin bukan sekadar aset; ia adalah standar cadangan digital untuk peradaban modern. Di tahun 2026, setiap entitas yang tidak memiliki eksposur pada BTC berarti mereka sedang bertaruh melawan efisiensi matematika.”
Sejalan dengan Saylor, BlackRock kini memandang Bitcoin sebagai aset safe haven yang mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global.
Bagi institusi yang fokus pada infrastruktur keuangan, Ethereum tetap menjadi raja yang tak tergoyahkan. Raoul Pal, CEO Global Macro Investor Raoul GMI, menjelaskan bahwa Ethereum adalah pusat dari digitalisasi aset global.
Ethereum adalah ‘Global Settlement Layer’. Semua jalan menuju digitalisasi aset dunia nyata (RWA) bermuara di sini. Institusi memilih ETH karena mereka membutuhkan keamanan yang sudah teruji, bukan sekadar janji kecepatan.
Mesin Utama Adopsi Massal dan Efisiensi
Solana muncul sebagai “kuda hitam” yang paling disukai untuk skalabilitas tinggi. Cathie Wood, CEO ARK Invest CathieDWood, secara terbuka memuji kemampuan teknis jaringan ini dalam menangani transaksi skala besar.
Jika Ethereum adalah Apple-nya blockchain, maka Solana adalah infrastruktur yang memungkinkan adopsi massal terjadi sekarang. Kecepatannya yang setara dengan internet tradisional adalah alasan mengapa kami terus menambah posisi pada SOL.
Bagi banyak manajer aset, Solana dipandang sebagai solusi praktis untuk pembayaran global dan integrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Dukungan eksplisit dari tokoh-tokoh besar ini menunjukkan bahwa pasar kripto 2026 bukan lagi tentang “koin mana yang akan naik,” melainkan “infrastruktur mana yang akan di gunakan oleh dunia.” Bitcoin sebagai emas digital, Ethereum sebagai pusat data keuangan, dan Solana sebagai mesin transaksi cepat adalah tiga pilar yang kini memimpin revolusi ekonomi digital.
Bagaimana pendapat Anda tentang harga 3 mata uang kripto incaran institusi di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Staking Ethereum Catat Banyak Rekor — Apakah ETH Siap untuk Breakout?
Pada Januari 2026, ekosistem Ethereum mencatat lonjakan aktivitas staking, dengan beberapa metrik mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini bisa mengurangi pasokan likuid dan mendorong potensi breakout harga.
Walaupun harga ETH tetap berada di bawah level US$3.500 selama dua bulan terakhir, analis merasa breakout semakin dekat berkat sinyal on-chain yang positif ini.
Hampir 36 Juta ETH Staking, Mewakili Hampir 30% dari Supply
Data ValidatorQueue menunjukkan bahwa ETH yang di staking telah mencapai 35,9 juta, atau sekitar 29,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan harga saat ini, nilainya lebih dari US$119 miliar.
Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto Incaran Institusi, Apa Saja?
Total ETH yang Di-Staking vs. Persentase Pasokan yang Di-Staking | Sumber: ValidatorQueue
Grafik tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Januari. ETH yang di staking naik dari 35,5 juta ke 35,9 juta, mengakhiri fase sideways panjang yang telah terjadi sejak Agustus tahun lalu.
Pertumbuhan ini terjadi walau harga ETH menurun lebih dari 30% sejak Agustus. Data ini memperlihatkan keyakinan jangka panjang yang kuat dari investor serta memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan Ethereum.
Selain itu, per 15 Januari, antrean staking ETH menembus 2,5 juta ETH, mencetak level tertinggi baru sejak Agustus 2023. Sementara itu, antrean unstaking turun menjadi nol.
Capaian ini terutama di picu oleh aktivitas staking dari institusi besar serta Digital Asset Treasury (DAT) yang terdaftar di publik.
Arkham melaporkan bahwa Bitmine milik Tom Lee menambah staking sebanyak 186.500 ETH, senilai lebih dari US$600 juta. Langkah ini membuat total ETH yang di staking Bitmine menjadi 1,53 juta ETH, dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Secara keseluruhan, Tom Lee kini melakukan staking lebih dari 1% dari total pasokan Ethereum.
“Tom Lee melakukan staking ETH senilai miliaran. Dia 100% tahu lebih banyak dibanding kita,” komentar CryptoGoos .
Sementara itu, SharpLink (SBET), perusahaan publik pertama yang memakai Ethereum sebagai aset treasury utama, menyampaikan bahwa aktivitas staking mereka telah menghasilkan lebih dari US$32 juta sejak Juni. Total reward yang terkumpul kini mencapai 11.157 ETH.
Ethereum juga mencatat pencapaian besar lainnya di Januari, karena aktivitas pengguna mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Tren ini mencerminkan besarnya partisipasi dalam transaksi stablecoin dan protokol DeFi di jaringan Ethereum.
Dengan sederet sinyal bullish tersebut, analis memperkirakan Ethereum bisa menembus resistance US$3.450 saat ini dan reli menuju US$4.000. Pandangan ini juga di dukung pola cup-and-handle yang sedang terbentuk dalam jangka pendek.
Bagaimana pendapat Anda tentang potensi breakout ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Lighter Token Turun 15% saat Staking LIT Mulai Berjalan
Token LIT milik Lighter turun hampir 15% dalam 24 jam terakhir, setelah platform ini mengumumkan program staking terbarunya.
Walaupun peluncuran ini menambah utilitas baru dan menyelaraskan ekosistem, penurunan harga ini terutama disebabkan oleh aksi jual setelah peluncuran dan tekanan dari pasar secara umum.
Peluncuran Staking LIT: Semua Hal yang Perlu Diketahui Pengguna Lighter
Pada waktu publikasi, token LIT dari Lighter DEX diperdagangkan di harga US$1,85. Token ini turun hampir 14,79% dalam 24 jam terakhir. Dengan penurunan ini, Lighter secara efektif memvalidasi proyeksi penurunan 15% untuk token LIT.
Performa Harga Lighter (LIT) | Sumber: BeInCrypto
Ini terjadi hanya beberapa jam setelah Lighter mengumumkan rencana staking mereka. Jaringan ini menyoroti bagaimana para holder LIT sekarang bisa mendapat imbalan serta mengakses fitur tambahan di seluruh platform. Dengan melakukan staking LIT, pengguna dapat membuka akses ke LLP milik Lighter, salah satu produk keuangan on-chain andalan mereka.
Dalam program ini, untuk setiap 1 LIT yang di-stake, pengguna bisa langsung mendepositkan 10 USDC ke LLP. Para holder LLP saat ini mendapat masa tenggang dua minggu hingga 28 Januari. Setelah itu, LIT yang di-stake harus tetap berada di pool.
Menurut Lighter, mekanisme ini dirancang untuk membuat para holder LIT lebih selaras dengan partisipan LLP sekaligus meningkatkan imbal hasil yang sudah diperhitungkan risikonya.
Rencana serupa juga akan diterapkan pada pool publik lainnya sebagai bagian dari tujuan exchange untuk “mendemokratisasi hedge fund di on-chain.”
Staking juga memberikan insentif berupa potongan biaya. Market maker premium dan perusahaan trading berfrekuensi tinggi (HFT) akan mendapat potongan biaya pada level biaya baru, sedangkan trading untuk ritel tetap gratis.
“Staking LIT di Lighter akan mendapatkan yield, dan kami akan mulai mempublikasikan APR begitu program ini berjalan,” baca salah satu kutipan dalam pengumuman tersebut.
Lighter berencana untuk merilis rincian lengkap level biaya premiumnya dalam beberapa hari mendatang, supaya para trader profesional bisa menyesuaikan algoritma mereka.
Keuntungan tambahan meliputi penarikan dan transfer tanpa biaya bagi pengguna yang melakukan staking minimal 100 LIT, serta dukungan staking lewat mobile yang akan segera hadir. Yield awalnya akan diberikan dari hak staking yang sebelumnya hanya tersedia untuk pengguna premium.
Mengapa LIT Turun: Penjualan setelah Peluncuran, FUD, dan Volatilitas Staking
Meski ada potensi keuntungan dari staking, penurunan harga LIT mencerminkan gabungan berbagai faktor pasar. Aksi jual setelah peluncuran dan distribusi token setelah peluncuran mainnet publik pada Oktober menciptakan tekanan turun yang signifikan.
Demikian pula, jaringan Lighter masih menanggung beban FUD terkait dugaan penjualan token secara diam-diam. CEO-nya, Valdimir Novakovski, telah menanggapi isu ini secara terbuka melalui Discord.
Investor awal dan penerima airdrop menjual sebagian kepemilikan mereka, memicu rangkaian aksi keluar pasar. Volume trading juga menurun sejak hype peluncuran awal, dan level support teknikal telah ditembus, sehingga aksi jual pun semakin deras.
Pengumuman staking itu sendiri kemungkinan memperparah penurunan, akibat situasi “buy the rumor, sell the news,” sehingga periode volatilitas alami dan aksi ambil untung menjadi makin dalam.
Lighter sebelumnya juga sudah mencoba untuk menopang harga token lewat buyback yang telah dimulai pada 5 Januari sesuai model tokenomics mereka.
Namun, upaya tersebut sejauh ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Exchange ini tetap menjadi penantang teratas di pasar perpetual swap, dengan laporan volume perp hampir US$5 miliar dalam 24 jam terakhir, setelah pesaing seperti Aster (US$6,2 miliar) dan Hyperliquid (US$8,8 miliar).
Volume Perp Berdasarkan Protocol | Sumber: DefiLlama
Selain itu, Lighter baru-baru ini menggalang dana sebesar US$68 juta dengan valuasi US$1,5 miliar dalam ronde pendanaan bersama Founders Fund dan Ribbit Capital.
Seiring platform ini terus mengembangkan ekosistem LIT, peluncuran staking menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan utilitas token dengan akses ke produk keuangan.
Connectez-vous pour découvrir d’autres contenus
Découvrez les dernières actus sur les cryptos
⚡️ Prenez part aux dernières discussions sur les cryptos