Tentang Litecoin (LTC)
Litecoin (LTC) adalah mata uang kripto terdesentralisasi peer-to-peer yang dibuat pada tahun 2011 sebagai fork dari Bitcoin. Selain dikembangkan untuk mendukung transaksi digital yang lebih cepat dan hemat biaya, Litecoin merupakan salah satu altcoin pertama yang diperkenalkan di pasar. Jaringan ini terus beroperasi secara independen dengan menggunakan blockchain sendiri, sambil mempertahankan banyak fitur struktural dari Bitcoin.
Salah satu perbedaan utama Litecoin terletak pada penggunaan algoritma Scrypt, yang menawarkan pendekatan berbeda dalam mining dan keamanan jaringan dibandingkan dengan algoritma SHA-256 milik Bitcoin. Perbedaan ini berkontribusi pada waktu pembuatan blok Litecoin yang lebih cepat serta biaya transaksi yang umumnya lebih rendah.
Proyek ini didirikan oleh Charlie Lee, mantan insinyur Google, yang bertujuan untuk membuat pembayaran berbasis blockchain lebih efisien untuk penggunaan sehari-hari. Litecoin tetap aktif melalui berbagai siklus pasar dan terus digunakan untuk pembayaran langsung serta transaksi lintas negara.
Komponen utama dari kebijakan moneter Litecoin adalah siklus halving, yang mengurangi reward yang diberikan kepada miner kira-kira setiap empat tahun. Halving terbaru berlangsung pada tanggal 2 Agustus 2023, dan menurunkan reward blok dari 12,5 LTC menjadi 6,25 LTC. Mekanisme ini membantu mengatur laju koin baru yang masuk ke peredaran dan mendukung model suplai terbatas jaringan tersebut.
Pada akhir 2025, Litecoin tetap terintegrasi dengan berbagai platform pembayaran dan masuk listing di bursa utama. Litecoin memiliki suplai maksimum 84 juta LTC, dan sekitar 76,66 juta LTC saat ini beredar.
LTC dapat diperdagangkan dan dibeli di Binance. Harga LTC saat ini tersedia dan diperbarui secara real-time di Binance.










